
“Napas Warga Seolah Dicekik Bau Menyengat!” — Dugaan Limbah PTPN 7 Picu Kemarahan Publik, DLH Lampung Selatan Akhirnya Bergerak
Lampung Selatan | Kabar Negeri Plus — Kesabaran warga Kecamatan Natar tampaknya mulai berada di titik puncak.
Bertahun-tahun hidup berdampingan dengan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan karet milik PTPN 7 Regional 1 Pewa, masyarakat kini mendesak pemerintah bertindak nyata, bukan sekadar janji.
Gelombang keluhan yang terus membesar akhirnya memaksa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lampung Selatan angkat bicara.
Pemerintah daerah mengaku akan segera turun langsung ke lapangan menyusul sorotan publik yang semakin tajam terhadap dugaan pencemaran lingkungan tersebut.
Kepala DLH Lampung Selatan, Yespi Cory, menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan DLH Provinsi Lampung untuk melakukan pemeriksaan di lokasi yang dikeluhkan warga.
“Iya nanti koordinasi dengan DLH provinsi dan segera turun lapangan,” ujarnya singkat, Kamis (7/5/2026).
Meski singkat, pernyataan itu langsung menjadi perhatian masyarakat yang selama ini mengaku resah dengan aroma menyengat yang disebut-sebut muncul hampir setiap hari.
Warga dari Desa Muara Putih, Desa Merak Batin, hingga Desa Natar mengaku persoalan tersebut bukan baru terjadi kemarin sore.
Mereka menilai bau tidak sedap itu sudah berlangsung lama dan perlahan menjadi ancaman kenyamanan lingkungan serta kesehatan masyarakat.
“Kalau malam baunya makin terasa. Kadang sampai bikin sesak dan mual,” ungkap salah seorang warga.
Situasi ini memicu kemarahan publik. Banyak warga mempertanyakan sejauh mana pengawasan lingkungan dilakukan selama ini terhadap aktivitas industri di kawasan tersebut.
Masyarakat kini mendesak pemerintah tidak bermain aman. Mereka meminta pemeriksaan dilakukan secara terbuka dan menyeluruh, mulai dari sistem pengelolaan limbah, saluran pembuangan, kualitas udara, hingga dampak terhadap permukiman warga.
Tak sedikit warga yang menilai persoalan ini sudah terlalu lama dibiarkan tanpa kepastian.
“Jangan cuma datang lalu selesai. Kami ingin ada hasil nyata dan penjelasan resmi,” tegas warga lainnya.
Sorotan kini mengarah pada langkah DLH dan instansi terkait. Publik menunggu apakah inspeksi lapangan nanti benar-benar menjadi pintu pembuka penanganan serius, atau justru kembali berakhir tanpa kejelasan.
Jika nantinya ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan lingkungan hidup, masyarakat mendesak agar penindakan dilakukan tegas tanpa pandang bulu.
Di tengah meningkatnya keresahan warga, kasus dugaan bau limbah ini kini berkembang menjadi isu lingkungan yang menyita perhatian publik Lampung Selatan.
Banyak pihak menilai pemerintah harus hadir membela hak masyarakat atas lingkungan yang sehat dan layak dihuni.
(Dok.KN +/Admin

