Hati yang Jauh dari Allah Tidak Akan Pernah Tenang

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman

(Rubrik Dakwah Harian – 8 Juni 2026 | Hari 8 Minggu II)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita memasuki Minggu Kedua bulan Juni dengan sebuah pertanyaan yang sangat dekat dengan kehidupan manusia: mengapa banyak orang memiliki segalanya, tetapi tetap merasa gelisah dan tidak tenang?

Ada yang memiliki pekerjaan yang baik, tetapi hatinya tetap resah.

Ada yang memiliki harta yang cukup, tetapi pikirannya tidak pernah damai.

Ada yang dikelilingi banyak orang, tetapi tetap merasa kosong.

Padahal yang sebenarnya dicari manusia bukan sekadar kenyamanan hidup, melainkan ketenangan hati.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Setelah pada Minggu Pertama kita belajar memperbaiki diri, kini kita memasuki tahap berikutnya, yaitu memperkuat hubungan dengan Allah. Sebab perubahan yang tidak dibangun di atas kedekatan kepada Allah akan mudah goyah ketika menghadapi ujian kehidupan.

Dalil

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS Ar-Ra’d [13]: 28)

Inti Pesan

Manusia diciptakan dengan kebutuhan yang tidak hanya bersifat fisik.

Tubuh membutuhkan makanan.

Tubuh membutuhkan istirahat.

Tubuh membutuhkan perlindungan.

Tetapi hati juga memiliki kebutuhan.

Hati membutuhkan iman.

Hati membutuhkan dzikir.

Hati membutuhkan kedekatan dengan Allah.

Ketika tubuh lapar, manusia akan mencari makanan.

Namun ketika hati lapar, sering kali manusia mencarinya di tempat yang salah.

Ada yang mencari ketenangan dalam harta.

Ada yang mencarinya dalam popularitas.

Ada yang mencarinya dalam jabatan.

Ada yang mencarinya dalam pujian manusia.

Padahal semua itu hanya mampu memberikan kesenangan sementara.

Setelah itu, hati kembali merasa kosong.

Karena hati manusia diciptakan untuk mengenal Allah.

Dan sesuatu yang diciptakan untuk Allah tidak akan pernah merasa cukup jika jauh dari-Nya.

Hari ini kita hidup di zaman yang penuh kesibukan.

Bangun pagi langsung melihat telepon genggam.

Sepanjang hari sibuk dengan pekerjaan.

Malam hari sibuk dengan urusan dunia.

Namun sering kali waktu untuk mengingat Allah justru menjadi yang paling sedikit.

Akibatnya hati perlahan menjadi keras.

Ibadah terasa berat.

Doa terasa hambar.

Dan ketenangan semakin sulit ditemukan.

Bukan karena Allah menjauh dari kita.

Tetapi karena kita yang menjauh dari Allah.

Ketika hubungan dengan Allah melemah, hati kehilangan sumber ketenangannya.

Sebaliknya, ketika seseorang mulai mendekat kepada Allah, banyak beban hidup terasa lebih ringan.

Masalah mungkin masih ada.

Ujian mungkin belum selesai.

Kesulitan mungkin belum hilang.

Tetapi hati menjadi lebih kuat dalam menghadapinya.

Karena ketenangan sejati bukanlah hidup tanpa masalah.

Ketenangan sejati adalah ketika hati merasa dekat dengan Allah di tengah segala keadaan.

Nabi Muhammad ﷺ menghadapi ujian yang sangat berat sepanjang hidupnya.

Beliau kehilangan orang-orang tercinta.

Menghadapi penolakan.

Menghadapi kesulitan.

Namun hati beliau tetap tenang karena selalu bergantung kepada Allah.

Dari situlah kita belajar bahwa sumber ketenangan bukanlah keadaan yang sempurna, melainkan hubungan yang kuat dengan Allah.

Kunci

Semakin jauh hati dari Allah, semakin mudah ia dikuasai kegelisahan. Dan semakin dekat hati kepada Allah, semakin besar ketenangan yang akan dirasakan.

Baca Juga:

Allah Melihat Proses, Bukan Kesempurnaan

 

Aksi Hari Ini

Luangkan waktu khusus untuk berdzikir

Meskipun hanya beberapa menit setelah salat.

Baca Al-Qur’an setiap hari

Jadikan Al-Qur’an sebagai makanan bagi hati.

Kurangi hal-hal yang melalaikan

Agar hati memiliki ruang untuk mengingat Allah.

Perbanyak doa dalam aktivitas sehari-hari

Biasakan melibatkan Allah dalam setiap urusan.

Evaluasi hubungan dengan Allah

Tanyakan kepada diri sendiri, apakah selama ini lebih banyak mengingat dunia atau mengingat Allah.

Sering kali manusia menghabiskan waktu bertahun-tahun mencari ketenangan ke berbagai tempat. Padahal yang dicari sebenarnya sangat dekat. Ketika hati kembali kepada Allah, banyak kegelisahan yang perlahan berubah menjadi ketenangan. Dan ketika seseorang merasa cukup bersama Allah, dunia tidak lagi memiliki kekuatan untuk menguasai hatinya.

Penutup

Jika hari ini hati terasa gelisah,

mungkin bukan karena kurangnya dunia.

Mungkin karena kurangnya kedekatan kepada Allah.

Jika hari ini hidup terasa berat,

jangan hanya mencari solusi di dunia.

Carilah juga Allah.

Dekatkan diri kepada-Nya.

Perbanyak mengingat-Nya.

Karena ketenangan yang sejati tidak lahir dari banyaknya harta.

Tidak lahir dari tingginya jabatan.

Tidak lahir dari pujian manusia.

Tetapi lahir dari hati yang dekat kepada Allah.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *