
Dari Balik Jeruji, Harapan Itu Tumbuh!” — Warga Binaan Rutan Ambon Sulap Lahan Sempit Jadi Kebun Hidroponik dan Sofa Bernilai Jutaan.
Kabar Negeri Plus | Ambon — Siapa bilang kehidupan di balik jeruji hanya dipenuhi keterbatasan dan penyesalan? Di tengah ruang yang serba terbatas, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon justru menghadirkan wajah pembinaan yang penuh harapan, kreativitas, dan semangat perubahan.
Lewat program pembinaan berkelanjutan, para warga binaan kini tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga ditempa menjadi pribadi produktif yang mampu berkarya dan memiliki keterampilan bernilai ekonomi tinggi.
Langkah nyata itu terlihat dari keberhasilan warga binaan membudidayakan tanaman hidroponik hingga menghasilkan kursi sofa berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi.
Program tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam rutan bukan sekadar rutinitas formalitas, melainkan upaya serius membangun masa depan yang lebih baik bagi warga binaan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional serta mendukung Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) yang menitikberatkan pada pembinaan kemandirian melalui kegiatan produktif, kreatif, dan bernilai guna.
Di sektor pertanian, warga binaan berhasil memanfaatkan lahan terbatas menjadi area budidaya hidroponik yang produktif.
Berbagai tanaman tumbuh subur melalui perawatan rutin yang dilakukan setiap hari.
Hasilnya tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi simbol bahwa semangat berkarya tidak pernah bisa dipenjara.
Suasana berbeda juga terlihat di ruang pelatihan keterampilan. Di tempat itu, warga binaan tampak serius merakit rangka sofa, memasang busa, hingga melakukan tahap finishing dengan teliti.
Dari tangan-tangan yang dahulu mungkin dipandang sebelah mata, kini lahir produk sofa dengan desain menarik dan kualitas yang layak bersaing di pasaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dalam membangun perubahan positif bagi warga binaan.
“Program pembinaan ini merupakan wujud nyata komitmen Rutan Ambon dalam menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan memiliki keterampilan.
Kami berharap kemampuan yang diperoleh dapat menjadi bekal yang bermanfaat setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Jefry, Sabtu (16/05/2026).
Menurutnya, pembinaan tidak hanya berorientasi pada aktivitas semata, melainkan bagaimana membentuk karakter warga binaan agar lebih disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dan mandiri ketika kembali menjalani kehidupan sosial nantinya.
Salah satu warga binaan berinisial H.F mengaku kegiatan tersebut telah memberikan motivasi dan harapan baru dalam hidupnya.
Ia merasa keterampilan yang diperoleh selama mengikuti program pembinaan sangat bermanfaat untuk masa depan.
“Selama mengikuti kegiatan ini saya banyak belajar, mulai dari cara membuat sofa hingga merawat tanaman hidroponik.
Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberikan harapan untuk bisa memiliki usaha sendiri setelah bebas nanti,” ungkapnya penuh semangat.
Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan ini juga menghadirkan pendampingan langsung dari petugas, sehingga warga binaan mampu memahami setiap proses pekerjaan secara baik dan benar.
Dari proses itulah tumbuh rasa percaya diri, semangat kerja, hingga keyakinan bahwa masa depan tetap bisa diperjuangkan.
Rutan Ambon kini membuktikan bahwa tempat pembinaan bukan sekadar ruang hukuman, melainkan ruang perubahan.
Dari balik tembok tinggi dan pintu besi, lahir harapan baru: bahwa setiap manusia masih memiliki kesempatan untuk bangkit, berkarya, dan kembali menjadi bagian yang bermanfaat bagi masyarakat.
(Dok.KN +/Admin)

