
Wujudkan Yosodadi Bebas Jentik, Mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati Hadirkan Ovitrap, Spray Pengusir Nyamuk, dan SIJENTIK YOSODADI
Kabar Negeri Plus | Metro – Upaya memutus mata rantai penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) tidak cukup hanya mengandalkan fogging. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan rutin memantau keberadaan jentik nyamuk menjadi kunci utama pencegahan penyakit tersebut. Berangkat dari semangat itu, Mahasiswa Kuliah Kerja Lapangan-Pengabdian kepada Masyarakat (KKL-PPM) Universitas Malahayati menghadirkan program edukasi dan inovasi bertajuk “Bersama Wujudkan Yosodadi Bebas Jentik, Cegah DBD Sejak Dini” di RW 01, Kelurahan Yosodadi, Kecamatan Metro Timur, Kota Metro, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Ketua RW 01 itu dihadiri Lurah Yosodadi
Darojat Miko, S.E., Ketua RW 01, perangkat lingkungan, kader kesehatan, serta warga setempat. Kehadiran pemerintah kelurahan menjadi bukti dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi mahasiswa dalam memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian DBD di lingkungan Yosodadi.
Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam mencegah DBD mulai dari lingkungan rumah masing-masing. Melalui pendekatan edukatif dan praktik langsung, warga diharapkan tidak hanya memahami bahaya penyakit DBD, tetapi juga mampu melakukan langkah-langkah pencegahan secara mandiri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai Demam Berdarah Dengue (DBD), mulai dari cara penularan, karakteristik nyamuk Aedes aegypti, lokasi yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin.
Usai penyuluhan, mahasiswa memberikan demonstrasi sekaligus praktik pembuatan ovitrap, yaitu perangkap sederhana untuk membantu memantau keberadaan telur nyamuk. Warga diberikan penjelasan mengenai bahan yang digunakan, proses pembuatan, cara pemasangan, hingga teknik pemantauan ovitrap agar dapat diterapkan secara mandiri di rumah masing-masing.
Tidak hanya itu, masyarakat juga diajak membuat spray pengusir nyamuk sederhana menggunakan bahan yang mudah diperoleh. Mahasiswa menjelaskan tahapan pembuatan, cara penggunaan, serta manfaatnya sebagai salah satu upaya mengurangi risiko gigitan nyamuk penyebab DBD.
Sebagai bentuk inovasi berbasis teknologi, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati turut memperkenalkan SIJENTIK YOSODADI (Sistem Informasi Pelaporan Jentik Yosodadi). Sistem ini dirancang sebagai media pelaporan dan pemantauan keberadaan jentik nyamuk secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Melalui SIJENTIK YOSODADI, hasil pemantauan jentik yang dilakukan masyarakat dapat didokumentasikan dan dilaporkan sehingga memudahkan kader kesehatan maupun perangkat lingkungan dalam memetakan kondisi wilayah serta menentukan langkah pencegahan yang tepat.
Mahasiswa menjelaskan bahwa ovitrap dan SIJENTIK YOSODADI saling melengkapi dalam mendukung pengendalian DBD. Ovitrap berfungsi sebagai alat pemantau keberadaan telur nyamuk, sedangkan SIJENTIK menjadi media pencatatan dan pelaporan hasil pemantauan. Sementara itu, edukasi serta pembuatan spray pengusir nyamuk sederhana menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melindungi diri dari gigitan nyamuk.
Seluruh rangkaian kegiatan dikemas secara edukatif, demonstratif, partisipatif, dan berbasis inovasi sehingga masyarakat tidak hanya menerima materi, tetapi juga terlibat langsung dalam praktik serta dikenalkan pada pemanfaatan teknologi sederhana untuk mendukung pengendalian DBD.
Melalui tema “Bersama Wujudkan Yosodadi Bebas Jentik, Cegah DBD Sejak Dini”, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati berharap kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup sehat dan meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mencegah DBD secara berkelanjutan.
Sinergi antara Pemerintah Kelurahan Yosodadi, perangkat lingkungan, kader kesehatan, mahasiswa KKL-PPM Universitas Malahayati, dan masyarakat diharapkan terus terjalin untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari ancaman DBD. Melalui pemanfaatan ovitrap, spray pengusir nyamuk sederhana, serta SIJENTIK YOSODADI, upaya pencegahan diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan demi mewujudkan Yosodadi Bebas Jentik.
(Dok Kabar Negeri Plus by Admin)

