
LAUTAN MANUSIA PADATI ITERA! SPMB Mandiri 2026 Jadi Ujian Nyata Mental dan Kesiapan Calon Mahasiswa
LAMPUNG SELATAN | Kabar Negeri Plus – Pemandangan tak biasa menyelimuti kampus Institut Teknologi Sumatera pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) jalur mandiri tahun 2026.
Ribuan calon mahasiswa baru dari berbagai penjuru daerah memadati area kampus sejak pagi hari, menciptakan atmosfer penuh ketegangan, harapan, sekaligus persaingan sengit.
SPMB mandiri ITERA tahun ini bukan sekadar proses seleksi biasa. Momentum ini menjadi titik penentu masa depan ribuan pelajar yang telah mempersiapkan diri selama bertahun-tahun.
Mereka datang dengan satu tujuan: menembus ketatnya persaingan dan mengamankan kursi di perguruan tinggi negeri.
Sejak matahari belum terlalu tinggi, arus peserta sudah mulai berdatangan. Gelombang kedatangan terus meningkat hingga menjelang siang, menyebabkan lonjakan aktivitas di seluruh penjuru kampus.
Area parkir penuh, jalur utama padat, bahkan beberapa titik mengalami kemacetan cukup parah.
Ratusan kendaraan roda dua dan roda empat tampak berdesakan masuk ke dalam lingkungan kampus.
Di sisi lain, ribuan peserta berjalan kaki menuju lokasi ujian dengan membawa perlengkapan masing-masing. Suasana ini mencerminkan tingginya minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi negeri.
Persaingan Ketat, Mental Jadi Penentu
Di tengah keramaian tersebut, para peserta menyadari bahwa mereka tidak hanya menghadapi soal ujian, tetapi juga tekanan mental akibat ketatnya persaingan.
Salah satu peserta, Ricky yang akrab disapa Kiki dari SMK Negeri 7 Bandar Lampung, mengungkapkan bahwa perjuangan masuk perguruan tinggi negeri membutuhkan kesiapan yang matang.
“Ini bukan hanya soal pintar, tapi juga soal kesiapan mental. Persaingan sangat ketat karena semua peserta punya tujuan yang sama,” ujarnya.
Menurutnya, jalur mandiri menjadi peluang terakhir bagi sebagian peserta yang belum berhasil di jalur sebelumnya, sehingga tingkat kompetisi terasa jauh lebih tinggi.
Kemacetan dan Kepadatan Jadi Tantangan Tahunan.
Lonjakan jumlah peserta berdampak langsung pada kondisi lalu lintas di dalam kampus. Pantauan awak media menunjukkan antrean kendaraan mengular di beberapa titik akses masuk.
Kondisi ini memaksa petugas satuan pengamanan kampus bekerja ekstra keras. Di bawah terik matahari, mereka mengatur arus kendaraan dan membantu peserta agar tetap bisa mencapai lokasi ujian tepat waktu.
Salah satu petugas keamanan menyebut bahwa situasi seperti ini sudah menjadi pola yang berulang setiap tahun.
“Ini memang kegiatan tahunan. Kami sudah terbiasa, tapi tetap harus sigap karena jumlah peserta selalu besar,” jelasnya.
Pengamanan Diperketat, Aktivitas Dibatasi.
Untuk menjaga ketertiban, pihak kampus menerapkan pengamanan yang cukup ketat. Akses keluar masuk kampus diawasi secara intensif, termasuk pembatasan aktivitas di dalam area kampus.
Ojek online tidak diperkenankan masuk atau menunggu penumpang di sekitar lokasi ujian. Kebijakan ini diterapkan guna mengurangi kepadatan serta meminimalisir potensi gangguan selama proses seleksi berlangsung.
Hanya keluarga peserta yang diizinkan berada di dalam lingkungan kampus, itupun dengan batasan tertentu. Mereka tampak menunggu dengan penuh harap, memberikan dukungan moral kepada putra-putri mereka yang sedang berjuang di ruang ujian.
SPMB ITERA, Cermin Tingginya Antusiasme Pendidikan.
Fenomena membludaknya peserta SPMB mandiri ITERA tahun ini menjadi gambaran nyata tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan tinggi, khususnya di perguruan tinggi negeri.
Namun di balik itu, tersirat fakta bahwa akses menuju bangku kuliah negeri masih menjadi tantangan besar. Tidak semua peserta akan berhasil lolos, sehingga seleksi ini benar-benar menjadi ajang penyaringan yang ketat.
SPMB ITERA 2026 akhirnya bukan hanya sekadar ujian akademik, melainkan juga ujian ketahanan mental, strategi, dan kesiapan menghadapi persaingan di masa depan.
(Dok.KN +/Admin)

