
Tokoh Nasional & Seni Tumpah Ruah di Lamban Kuning! Halal Bihalal Bukan Sekedar Tradisi.
LAMPUNG – Kabar Negeri Plus – Bukan sekadar tradisi saling bersalaman, halal bihalal di Lamban Kuning kali ini menjelma menjadi panggung besar persatuan. Tokoh nasional, insan seni, hingga tokoh adat berkumpul dalam satu ruang, mengirim pesan tegas: budaya dan kebersamaan tidak boleh terkikis oleh arus zaman.
Kehadiran Ketua Umum DPP Advokat Bela Rakyat (ABR) Indonesia, Hermawan, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum PARFI Lampung, menjadi sorotan utama. Dikenal aktif di dunia hukum dan perfilman, ia menegaskan pentingnya menjaga harmoni sosial melalui silaturahmi lintas profesi sebagai fondasi kekuatan masyarakat.
Acara yang berlangsung di Lamban Kuning—ikon kearifan lokal Lampung—berjalan hangat dan sarat makna. Bukan hanya mempertemukan berbagai elemen masyarakat, tetapi juga menjadi ruang refleksi kolektif di tengah derasnya perubahan sosial dan budaya.
Dewan Kehormatan PARFI, Ike Edwin, dalam sambutannya menegaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar agenda seremonial tahunan.
“Ini adalah momen membersihkan hati, mempererat persaudaraan, dan memperkuat persatuan. Nilai-nilai ini harus terus kita jaga,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya filosofi hidup masyarakat Lampung, Piil Pesenggiri, sebagai landasan menjaga kehormatan, harga diri, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
Baca Juga:
DPD LPKBDI Pringsewu Gelar Halal Bihalal, Perkuat Silaturahmi dan Dorong Program Pelatihan Kerja
Sementara itu, Ketua PD PARFI Lampung, Muslih Harni, menilai momentum ini sebagai energi baru untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas sinergi lintas sektor.
“Kebersamaan adalah kekuatan utama. Dari sinilah organisasi tumbuh dan mampu memberi kontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.
Senada, Hermawan menegaskan bahwa kolaborasi antara dunia hukum, seni, dan budaya merupakan pilar penting dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadaban.
“Ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan energi besar untuk terus bersinergi dan mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Acara ditutup dengan makan bersama dan ramah tamah dalam suasana hangat khas Lampung—penuh keakraban dan nilai kekeluargaan. Lebih dari sekadar seremoni, halal bihalal ini menjadi penegasan bahwa di tengah modernisasi yang tak terelakkan, budaya dan persatuan tetap menjadi fondasi utama kekuatan bangsa.
(Dok. KN+/Admin)

