
AMIEN RAIS BONGKAR TIGA DESAKAN KERAS UNTUK PRABOWO! MINTA KAPOLRI DIGANTI, KABINET DIPANGKAS, HINGGA PUTUS KOMUNIKASI DENGAN JOKOWI
KABAR NEGERI PLUS | JAKARTA
Peta politik nasional kembali memanas. Ketua Majelis Syura Partai Ummat, Amien Rais, melontarkan tiga desakan tegas yang ditujukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Mulai dari meminta pergantian Kapolri, merampingkan Kabinet Merah Putih yang dinilai terlalu gemuk, hingga mendesak Prabowo menghentikan komunikasi politik dengan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo.
Pernyataan tersebut disampaikan Amien Rais melalui tayangan di kanal YouTube pribadinya pada Kamis (25/6/2026). Dalam penyampaiannya, ia tidak hanya menyampaikan kritik terhadap jalannya pemerintahan, tetapi juga mengingatkan Prabowo agar senantiasa memohon petunjuk dan bimbingan Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia.
Desakan pertama yang disampaikan Amien adalah pergantian Kapolri Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, sebagian besar anggota Polri tetap bekerja secara profesional dan mengabdi kepada negara. Namun, ia menuding masih ada sebagian kecil oknum aparat yang dinilainya lebih loyal kepada Jokowi dibandingkan kepada kepentingan bangsa.
Dalam pernyataannya, Amien menyebut sekitar 10 persen anggota Polri merupakan “polisi gadungan” yang, menurut pandangannya, lebih mengabdi kepada Jokowi. Pernyataan tersebut merupakan opini Amien Rais dan tidak disertai bukti yang dipaparkan dalam penyampaiannya.
Tak berhenti di situ, Amien juga menyoroti komposisi Kabinet Merah Putih yang menurutnya terlalu besar. Ia meminta Prabowo membentuk tim khusus untuk mengevaluasi sekaligus merampingkan kabinet agar roda pemerintahan berjalan lebih efektif dan efisien.
Menurut Amien, jumlah anggota kabinet yang mencapai lebih dari seratus orang berpotensi menimbulkan birokrasi yang lamban. Ia juga mengklaim masih terdapat sejumlah pejabat yang dinilainya lebih loyal kepada Jokowi sehingga berpotensi menghambat agenda pemerintahan Prabowo dari dalam. Klaim tersebut merupakan penilaian pribadi Amien Rais.
Desakan paling keras muncul pada poin ketiga. Amien meminta Prabowo menghentikan hubungan dan komunikasi politik dengan Jokowi. Ia mengklaim Jokowi memiliki keinginan agar estafet kepemimpinan nasional nantinya beralih kepada Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Pernyataan tersebut juga merupakan pandangan pribadi Amien dan tidak disertai bukti yang dipaparkan dalam pernyataannya.
Menutup pesannya, Amien Rais kembali mengingatkan Prabowo agar tetap bersandar kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap pengambilan keputusan, mengingat tantangan politik, ekonomi, dan pemerintahan yang dinilai semakin kompleks.
Pernyataan Amien Rais tersebut kembali memantik perhatian publik dan diperkirakan akan memicu beragam tanggapan dari kalangan pemerintah, partai politik, maupun masyarakat luas di tengah dinamika politik nasional yang terus berkembang.
(Dok.KN +/Admin)

