Jika Hari Ini Hari Terakhir: Apa yang Akan Kita Bawa Menghadap Allah?

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan menguatkan iman, karena tidak ada yang tahu kapan akhir itu datang—dan ketika tiba, yang tersisa hanyalah apa yang telah kita siapkan.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Dalil

يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ
إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.”
(QS Asy-Syu‘ara [26]: 88–89)

Inti Pesan

Bayangkan jika hari ini adalah hari terakhir kita hidup.

Tidak ada lagi esok.
Tidak ada lagi kesempatan kedua.

Apa yang akan kita bawa?

Bukan harta.
Bukan jabatan.
Bukan semua yang selama ini kita kejar.

Yang tersisa hanyalah amal.
Dan hati.

Inilah kenyataan yang sering kita lupakan.

Kita sibuk menyiapkan banyak hal untuk hidup, tetapi sedikit yang benar-benar menyiapkan untuk akhir.

Padahal pada akhirnya, kita akan berdiri sendiri—menghadap Allah—dengan semua yang pernah kita lakukan.

Baca Juga:

Kematian Itu Pasti: Tapi Mengapa Kita Seolah Tidak Siap?

 

Aksi Hari Ini

Siapkan bekal sebelum terlambat:

  • Perbaiki hubungan dengan Allah
    Karena itu yang paling pertama akan dipertanggungjawabkan.
  • Bersihkan hati
    Dari iri, dengki, dan kesombongan.
  • Perbanyak amal yang ikhlas
    Karena hanya itu yang akan menyelamatkan.

Hari terakhir tidak selalu datang dengan tanda. Ia bisa datang di saat kita merasa masih punya banyak waktu. Karena itu, persiapan tidak bisa ditunda. Bukan menunggu sempurna, tetapi mulai sekarang. Dari hal kecil, dari perubahan sederhana, dari niat yang diperbaiki. Karena pada akhirnya, bukan besar kecilnya amal yang paling menentukan, tetapi keikhlasan dan kesungguhannya.

Kunci: yang kita bawa nanti bukan apa yang kita miliki, tetapi apa yang kita lakukan.

Segala yang kita kumpulkan di dunia akan tertinggal. Yang mengikuti hanyalah amal dan keadaan hati kita. Dari sinilah arah hidup harus ditentukan—bukan pada apa yang terlihat sekarang, tetapi pada apa yang akan menyelamatkan nanti. Siapa yang mempersiapkan hari akhirnya, ia tidak akan kehilangan arah dalam hidupnya.

Penutup

Jika hari ini adalah hari terakhir, pastikan kita tidak datang dengan tangan kosong.
Perbaiki hari ini, karena mungkin ini adalah kesempatan terakhir.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *