“Jutaan Air Mata Tumpah di Depan Ka’bah!” — Detik-Detik Jamaah Haji Luluh Saat Tiba di Tanah Suci.

Makkah | Kabar Negeri Plus — Langit Makkah dipenuhi gema talbiyah.

Ribuan jamaah tak kuasa membendung air mata begitu mata mereka pertama kali menatap Kaaba — kiblat umat Islam yang selama ini hanya mereka lihat lewat layar televisi dan foto.

Perjalanan panjang, antrean bertahun-tahun, hingga perjuangan mengumpulkan biaya haji seakan terbayar lunas dalam satu momen: saat kaki benar-benar menginjak Tanah Suci.

Sejak mendarat di King Abdulaziz International Airport, jamaah langsung disambut suhu panas ekstrem dan lautan manusia dari berbagai negara.

Namun rasa lelah seolah hilang ketika bus yang membawa mereka mulai memasuki kawasan suci Makkah.

Tangis haru pecah di berbagai sudut Masjid al-Haram. Sebagian jamaah tampak memeluk sesama rombongan, sebagian lainnya tertunduk sambil berdoa dalam diam.

“Ya Allah… akhirnya sampai juga,” ucap seorang jamaah dengan suara bergetar sambil menatap Ka’bah.

Momen paling emosional terjadi saat jamaah mulai melaksanakan tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran.

Di tengah desakan jutaan manusia, lantunan doa dan dzikir terus menggema tanpa henti.

Setelah tawaf, jamaah melanjutkan sa’i antara bukit Safa and Marwah — simbol perjuangan dan pengorbanan yang menjadi bagian penting dalam sejarah Islam.

Meski suhu di Arab Saudi menyengat dan aktivitas ibadah berlangsung hampir tanpa jeda, jamaah tetap memadati Masjidil Haram siang dan malam. Mereka memperbanyak salat, membaca Al-Qur’an, hingga memanjatkan doa untuk keluarga dan kehidupan mereka di tanah air.

Di balik lautan manusia itu, tersimpan jutaan cerita perjuangan.

Ada yang menunggu belasan tahun demi bisa berangkat haji. Ada pula yang datang dengan kondisi fisik terbatas namun tetap memaksakan diri demi memenuhi panggilan ibadah.

Dalam beberapa hari mendatang, jamaah akan bergerak menuju Arafat, Muzdalifah, dan Mina untuk menjalani puncak rangkaian ibadah haji.

Di tempat inilah jutaan manusia dari berbagai bangsa berdiri dalam pakaian ihram yang sama — tanpa membedakan status, jabatan, maupun kekayaan.

Tanah Suci seolah menghapus seluruh sekat dunia. Yang tersisa hanyalah manusia, doa, air mata, dan harapan akan ampunan dari Tuhan.

(Dok.+/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *