
May Day Lampung 2026 Meledak! Buruh Turun Tangan: Cek Kesehatan, Donor Darah, hingga Sunatan Massal Gratis
Bandar Lampung – Kabar Negeri Plus – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Provinsi Lampung tidak lagi sekadar aksi turun ke jalan. Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Provinsi Lampung mengubah momentum ini menjadi aksi nyata yang langsung menyentuh masyarakat.
Alih-alih fokus pada tuntutan semata, MPBI justru menghadirkan program konkret yang berdampak langsung, seperti:
- Cek kesehatan gratis untuk sekitar 300 warga
- Donor darah bekerja sama dengan PMI
- Khitan/sunatan massal gratis untuk sekitar 100 anak
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga tenaga medis. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain jajaran Polda Lampung, instansi pemerintah daerah, Dinas Ketenagakerjaan, Kesbangpol, BPJS, tenaga dokter, hingga puskesmas setempat.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci sukses pelaksanaan kegiatan agar berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
Untuk rangkaian seremoni, panitia juga menyusun agenda pembukaan resmi yang berlangsung tertib dan terstruktur. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan doa, kemudian sambutan dari Ketua MPBI Lampung. Setelah itu, sambutan diberikan oleh perwakilan Polda Lampung, Kesbangpol Provinsi Lampung, BPJS Kesehatan, serta BPJS Ketenagakerjaan. Puncaknya, sambutan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung sekaligus menandai pembukaan resmi Aksi Sosial May Day 2026.
Presidium MPBI Lampung, Sulaiman Ibrahim, S.H., menegaskan bahwa peringatan May Day tahun ini membawa pesan kuat: buruh bukan hanya memperjuangkan haknya, tetapi juga hadir sebagai kekuatan sosial di tengah masyarakat.
“Hari Buruh bukan sekadar hari libur nasional, tetapi momentum krusial untuk menyuarakan aspirasi pekerja sekaligus menunjukkan kontribusi nyata kepada masyarakat,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Agus Nopitu, menekankan bahwa peringatan Hari Buruh bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum refleksi bersama antara pekerja, pemerintah, dan dunia usaha. Ia menyebut May Day sebagai titik penting untuk memperkuat komitmen menciptakan hubungan industrial yang harmonis, adil, dan berkelanjutan di Lampung. Menurutnya, buruh adalah pilar utama penggerak ekonomi, sehingga sudah sepatutnya mendapatkan perlindungan, kesejahteraan, serta ruang dialog yang terbuka.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja, termasuk sektor domestik. Pemerintah, lanjutnya, telah mengesahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), yang menjadi langkah strategis untuk memberikan kepastian hukum bagi pekerja rumah tangga. Dengan adanya regulasi tersebut, para pekerja PRT kini memiliki payung hukum yang jelas dalam hubungan kerja. Selain itu, ia mengimbau bahwa apabila terjadi permasalahan ketenagakerjaan, masyarakat dapat melaporkan dan berkonsultasi langsung ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung untuk mendapatkan pendampingan serta penyelesaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain aksi sosial, MPBI Lampung juga menempuh jalur strategis melalui dialog dengan pemerintah. Audiensi bersama Pemerintah Provinsi Lampung dijadwalkan berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026, pukul 10.00 WIB di ruang kerja Gubernur Lampung.
Baca Juga:
FSPMI Lampung Desak Percepatan UU Ketenagakerjaan Baru, Warning Deadline Oktober 2026
Dialog tersebut akan menjadi ruang penyampaian aspirasi buruh secara konstruktif, baik terkait isu nasional maupun daerah, termasuk dorongan terhadap terciptanya lingkungan kerja yang aman, manusiawi, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
MPBI juga mengajak masyarakat, khususnya warga Kelurahan Sidodadi, untuk aktif berpartisipasi. Koordinasi hingga tingkat RT/RW telah dilakukan guna memastikan informasi tersebar luas dan tepat sasaran.
Pendekatan ganda yang dilakukan—aksi sosial dan advokasi kebijakan—menjadi sinyal kuat bahwa gerakan buruh kini semakin matang: tidak hanya vokal, tetapi juga solutif.
Apresiasi tinggi disampaikan MPBI kepada seluruh pihak yang terlibat, termasuk pemerintah daerah, aparat keamanan, tenaga medis, relawan, hingga masyarakat yang ikut menyukseskan kegiatan ini.
Peringatan May Day 2026 di Lampung pun menjadi bukti bahwa solidaritas buruh bukan sekadar slogan, tetapi kekuatan nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

