
MPBI Lampung Siapkan May Day 2026: Aksi Sosial Besar, Ratusan Warga Disasar
Solidaritas Buruh Ditegaskan Lewat Donor Darah, Cek Kesehatan, dan Sunat Gratis
BANDAR LAMPUNG – Kabar Negeri Plus (KN+)
Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 1 Mei 2026, Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Provinsi Lampung memastikan perayaan tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi sosial langsung yang menyentuh masyarakat.
Mengusung tema “Solidaritas Buruh, Aksi Nyata untuk Rakyat Lampung”, MPBI bersama elemen serikat pekerja/buruh akan menggelar kegiatan sosial berskala besar di Kota Bandar Lampung.
Kegiatan dipusatkan di wilayah Kedaton dengan target ratusan penerima manfaat, meliputi:
- Cek kesehatan gratis untuk sekitar 300 warga
- Donor darah bekerja sama dengan PMI
- Khitan/sunat gratis bagi sekitar 100 anak
Agenda ini dijadwalkan berlangsung pada:
Jumat, 1 Mei 2026, mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, bertempat di Jl. Tupai/Bakti No. 62, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung.

MPBI menegaskan bahwa peringatan May Day 2026 diarahkan sebagai bentuk transformasi gerakan buruh—tidak hanya fokus pada tuntutan normatif ketenagakerjaan, tetapi juga hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
Untuk menjamin kelancaran kegiatan, MPBI menggandeng berbagai pihak, termasuk unsur kepolisian, pemerintah daerah, serta fasilitas layanan kesehatan. Kolaborasi ini dinilai penting guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat optimal.
Selain aksi sosial, MPBI Lampung juga menjadwalkan agenda strategis berupa audiensi dan dialog dengan Pemerintah Provinsi Lampung pada 4 Mei 2026 di ruang kerja gubernur. Dalam forum tersebut, buruh akan menyampaikan berbagai isu strategis ketenagakerjaan, baik skala nasional maupun daerah.
Baca Juga:
Disnaker Lampung Kumpulkan Serikat Buruh dan Aparat, Posisi Tawar Mengeras Jelang May Day 2026
Langkah ini menunjukkan pendekatan ganda gerakan buruh: aksi sosial sebagai penguatan legitimasi publik, serta dialog sebagai jalur advokasi kebijakan.
MPBI juga mengajak masyarakat, khususnya warga Kelurahan Sidodadi, untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Koordinasi dengan perangkat kelurahan hingga tingkat RT/RW telah dilakukan guna memastikan informasi tersampaikan secara luas.
Dengan konsep ini, MPBI ingin menegaskan bahwa buruh bukan hanya kelompok yang memperjuangkan haknya sendiri, tetapi juga bagian dari kekuatan sosial yang hadir dan berkontribusi nyata di tengah masyarakat.
“May Day bukan hanya soal tuntutan, tapi juga tentang kehadiran buruh untuk rakyat,” menjadi pesan utama dalam peringatan tahun ini.
Dok. KN+ Zea Safitri)

