
Amal atau Dunia: Apa yang Sebenarnya Kita Kejar Selama Ini?
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian)
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan menguatkan iman, karena tidak semua yang kita kejar hari ini akan kita bawa, dan tidak semua yang kita tinggalkan itu tidak penting.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.
Dalil
الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu.”
(QS Al-Kahfi [18]: 46)
Inti Pesan
Jika hari ini kita berhenti sejenak dan jujur pada diri sendiri—apa yang sebenarnya sedang kita kejar?
Apakah kita lebih sibuk mengejar dunia, atau menyiapkan amal?
Banyak orang bekerja keras, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan ibadah—demi sesuatu yang tidak akan ikut masuk ke dalam kubur.
Sementara amal yang seharusnya dipersiapkan, sering kali ditunda.
Inilah yang perlu kita renungkan.
Bukan soal memiliki dunia atau tidak, tetapi apakah dunia membuat kita lupa pada tujuan akhir.
Aksi Hari Ini
Mulai menyeimbangkan arah hidup:
- Evaluasi prioritas harian
Apakah lebih banyak untuk dunia atau akhirat? - Sisihkan waktu khusus untuk amal
Jangan hanya jika sempat, tetapi memang disempatkan. - Niatkan aktivitas dunia sebagai ibadah
Agar bernilai di hadapan Allah.
Banyak orang merasa sudah cukup berbuat baik, padahal amalnya belum sebanding dengan waktu yang ia habiskan untuk dunia. Kita sering serius dalam urusan pekerjaan, tetapi santai dalam urusan akhirat. Padahal yang akan menyelamatkan bukan apa yang kita miliki, tetapi apa yang kita lakukan. Dari sinilah keseimbangan harus dibangun—dunia tetap dijalani, tetapi akhirat tidak ditinggalkan.
Kunci: yang kita kejar hari ini, itulah yang akan menentukan akhir kita.
Jika yang kita kejar hanya dunia, maka dunia pula yang akan kita dapatkan—dan itu akan berakhir. Namun jika kita mengejar amal, maka itulah yang akan menemani kita sampai akhir, bahkan setelah kehidupan ini selesai. Karena itu, arahkan kembali apa yang sedang kita kejar, sebelum waktu tidak lagi memberi kesempatan untuk memperbaiki.
Penutup
Jangan sampai kita lelah mengejar dunia, tetapi kosong dari amal.
Perbaiki arah hari ini, sebelum semuanya selesai.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

