
Bazar Takjil Unila Diserbu Warga, UMKM Panen Cuan dan Ramadan Makin Hidup
Kabar Negeri Plus, Bandar Lampung – Selasa, 03 Maret 2026
Suasana Ramadan di kawasan Universitas Lampung mendadak berubah jadi lautan manusia. Bazar takjil yang digelar di area kampus, Jalan Sumantri Brojonegoro No. 1, Bandar Lampung, dipadati warga sejak sore hari. Lapak-lapak UMKM dan UKM berjajar rapi, aroma gorengan hangat, es buah segar, hingga aneka makanan khas Nusantara bercampur jadi satu—menggoda siapa pun yang melintas.
Kegiatan ini difasilitasi oleh Badan Pengelola Usaha (BPU) Unila yang menyediakan tempat khusus bagi pelaku usaha kecil untuk berjualan selama Ramadan. Hasilnya langsung terasa.
Salah satu pedagang, Bunda Lusi, mengaku penjualannya melonjak tajam. “Alhamdulillah, hampir setiap hari habis sebelum azan Magrib. Banyak yang untungnya signifikan,” ujarnya dengan wajah sumringah. Menurutnya, momen ini bukan sekadar jualan musiman, tapi peluang besar menggerakkan ekonomi keluarga.
Tidak hanya warga sekitar, mahasiswa hingga pegawai kampus ikut meramaikan. Banyak yang datang lebih awal demi menghindari antrean panjang. Beberapa menu favorit bahkan ludes dalam waktu singkat.

Ramadan di Unila memang tidak setengah-setengah. Selain bazar takjil, kampus juga menggelar Pawai Semarak Ramadan, Buka Puasa Bersama, Safari ke Masjid, hingga aksi berbagi takjil. Puncaknya, Festival Kuliner “Jelajah Rasa” yang menampilkan ragam kuliner khas daerah serta produk kreatif mahasiswa—membuat kawasan kampus terasa seperti pusat perayaan Ramadan terbuka untuk umum.
Yang menarik, seluruh aktivitas berlangsung tertib dan aman. Area shuttle bus yang menjadi pusat keramaian tetap terkendali dengan pengamanan ketat dari petugas keamanan kampus. Pengunjung merasa nyaman, pedagang pun tenang berjualan.
Bazar takjil ini bukan hanya soal transaksi. Ia menjadi ruang temu warga, mahasiswa, dan pelaku UMKM dalam semangat kebersamaan Ramadan. Ekonomi bergerak, silaturahmi terjalin, dan suasana religius terasa kuat.
Ramadan tahun ini, Unila bukan sekadar kampus. Ia menjelma menjadi pusat denyut kebahagiaan warga Bandar Lampung menjelang berbuka.
(Dok. KN+ Jakfar Sidik)

