Setetes Darah, Sejuta Kepedulian: IKBA SP45TA Buktikan Alumni Tak Hanya Bernostalgia, Tapi Bergerak untuk Kemanusiaan

BANDAR LAMPUNG — KABAR NEGERI PLUS — Ada cara yang jauh lebih bermakna untuk merayakan kemerdekaan selain memasang bendera, menggelar perlombaan, atau sekadar bernostalgia dengan masa lalu. Di tengah semarak HUT RI ke-81, Ikatan Keluarga Besar Alumni SMP Negeri 4/5 Bandar Lampung (IKBA SP45TA) justru memilih jalan kemanusiaan: menyumbangkan darah untuk sesama.

Kegiatan donor darah yang digelar Selasa, 25 Agustus 2026, di gedung SMP Negeri 4/5 Bandar Lampung, menjadi bukti bahwa ikatan alumni bukan hanya tentang siapa yang pernah duduk di bangku sekolah yang sama, tetapi juga tentang sejauh mana rasa persaudaraan itu mampu memberi manfaat bagi orang lain.

Kegiatan tersebut diikuti para pengurus serta alumni IKBA SP45TA dari berbagai angkatan, mulai dari alumni generasi pertama hingga alumni terbaru. Mereka datang bukan sekadar membawa nama angkatan, tetapi membawa kepedulian yang diwujudkan melalui setetes demi setetes darah.

Di sinilah makna kemerdekaan diuji: bukan hanya ketika kita mampu merayakannya, tetapi ketika kita mampu memberikan sesuatu untuk kehidupan orang lain.

Aksi kemanusiaan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai elemen, mulai dari pihak sekolah hingga masyarakat sekitar. Kehadiran para alumni yang kembali ke almamater dengan membawa misi sosial dinilai menjadi energi positif sekaligus contoh bahwa organisasi alumni dapat memainkan peran lebih besar di tengah masyarakat.

Kepala SMP Negeri 4/5 Bandar Lampung berharap kegiatan donor darah tersebut tidak berhenti sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT RI ke-81.

Menurutnya, kegiatan sosial semacam ini layak dijadikan agenda rutin IKBA SP45TA. Sebab, semakin kuat sebuah organisasi alumni membangun kepedulian, semakin besar pula manfaat yang dapat diberikan kepada almamater dan masyarakat.

Harapan tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi IKBA SP45TA: apakah semangat kebersamaan hanya muncul ketika ada momentum, atau mampu berubah menjadi gerakan sosial yang konsisten?

Sementara itu, Ketua Umum IKBA SP45TA, Bahirul Al Farizi, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh alumni yang telah mengambil bagian sebagai peserta donor darah.

Baginya, kehadiran para alumni merupakan bentuk nyata kepedulian sekaligus bukti bahwa hubungan antara alumni dan almamater tidak boleh berhenti setelah seseorang meninggalkan bangku sekolah.

“Semangat para alumni hari ini merupakan bentuk nyata bahwa IKBA SP45TA bukan hanya tempat berkumpul dan bernostalgia, tetapi harus mampu memberikan manfaat bagi almamater dan masyarakat,” menjadi semangat yang tercermin dalam kegiatan tersebut.

Donor darah pun menjadi pesan sederhana namun kuat: darah yang disumbangkan hari ini mungkin menjadi alasan seseorang bisa bertahan hidup esok hari.

Menariknya, kegiatan tidak berhenti setelah agenda bakti sosial selesai. Usai donor darah, jajaran pengurus IKBA SP45TA langsung melanjutkan kegiatan dengan rapat koordinasi.

Rapat tersebut membahas arah organisasi ke depan, termasuk bagaimana IKBA SP45TA dapat terus bertumbuh, berkembang, memperkuat soliditas antarsesama alumni, serta melahirkan program-program yang benar-benar memiliki manfaat bagi almamater dan masyarakat luas.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa IKBA SP45TA mulai mendorong organisasi alumni agar tidak sekadar menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah yang memiliki gagasan, program, dan kontribusi nyata.

Sebab alumni yang hebat bukan hanya mereka yang sukses setelah meninggalkan sekolah, tetapi mereka yang tidak pernah melupakan dari mana mereka berasal dan mampu kembali membawa manfaat.

Dari halaman almamater, semangat itu kembali dinyalakan.

Bukan dengan seremoni besar.

Bukan dengan kemewahan.

Melainkan dengan setetes darah, kepedulian, dan tekad untuk terus bergerak.

IKBA SP45TA kini dihadapkan pada pekerjaan yang jauh lebih besar: menjaga agar semangat kemanusiaan hari ini tidak berhenti sebagai berita, tetapi menjadi tradisi kebaikan yang terus hidup dari generasi alumni ke generasi berikutnya.

Karena pada akhirnya, kemerdekaan bukan hanya soal bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga tentang keberanian untuk peduli, berbagi, dan hadir ketika sesama membutuhkan.

Dan IKBA SP45TA telah memilih untuk membuktikannya.

(Dok.KN.+/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *