Mahasiswa Kepung DPRD Lampung! Aksi Memanas, Tudingan Aparat Memicu Bentrokan, Rekaman Video Disebut Jadi Bukti

KABAR NEGERI PLUS | BANDAR LAMPUNG

Gelombang protes mahasiswa kembali mengguncang halaman DPRD Provinsi Lampung. Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah memanas setelah terjadi aksi saling dorong antara massa demonstran dengan aparat kepolisian dan personel Satpol PP, Senin (29/6). Di tengah ketegangan itu, muncul tudingan serius bahwa benturan fisik diduga bukan dipicu oleh mahasiswa, melainkan diawali oleh oknum aparat. Klaim tersebut bahkan disebut memiliki bukti berupa rekaman video.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) sejak siang menggelar demonstrasi dengan membawa sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Lampung. Namun, setelah hampir dua jam berorasi tanpa kehadiran para pejabat yang mereka minta, situasi mulai memanas.

Massa bersikeras ingin bertemu langsung dengan Gubernur Lampung, Wakil Gubernur Lampung, serta pimpinan DPRD Provinsi Lampung. Bagi para demonstran, dialog melalui perwakilan dinilai tidak lagi cukup. Mereka menuntut para pengambil keputusan turun langsung mendengar aspirasi masyarakat.

Ketika massa mencoba bergerak mendekati pintu masuk Gedung DPRD, aparat kepolisian bersama Satpol PP membentuk barikade untuk menahan laju demonstran. Ketegangan pun tak terhindarkan. Dorong-mendorong terjadi di tengah terik matahari, sementara suara yel-yel “Satu aksi, satu komando!” terus menggema sebagai simbol soliditas peserta aksi.

Suasana semakin memanas ketika seorang orator dari atas mobil komando melontarkan tudingan terbuka. Ia menyebut aksi dorong tersebut diduga dipicu oleh seorang oknum Satpol PP dan mengaku memiliki bukti visual yang akan dipublikasikan.

“Dari atas kelihatan Satpol PP duluan. Saya lihat tadi jelas, Satpol PP yang memulai duluan. Saya ada buktinya, nanti akan kita unggah. Yang memancing itu namanya Wijaya, jelas ada di video,” tegas orator di hadapan ratusan peserta aksi.

Pernyataan itu langsung menyita perhatian massa dan memunculkan tuntutan agar dugaan tersebut diusut secara terbuka. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Satpol PP maupun aparat kepolisian terkait tudingan yang disampaikan orator tersebut.

Di tengah situasi yang semakin tegang, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan bersama anggota DPRD Provinsi Lampung Syukron Muchtar akhirnya keluar menemui para demonstran di depan gedung dewan. Kehadiran keduanya menjadi upaya meredakan ketegangan sekaligus membuka ruang komunikasi dengan massa aksi.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya pengelolaan demonstrasi yang mengedepankan pendekatan persuasif. Di sisi lain, tudingan adanya aparat yang diduga memicu benturan menjadi perhatian serius yang memerlukan klarifikasi dan penyelidikan agar fakta di lapangan dapat terungkap secara objektif.

Publik kini menunggu dua hal: apakah rekaman video yang diklaim mahasiswa benar-benar memperlihatkan awal mula insiden tersebut, dan bagaimana respons resmi aparat terhadap tudingan yang telah menjadi sorotan di tengah memanasnya dinamika politik dan aspirasi publik di Lampung.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *