DARAH, AIR MATA, DAN HARAPAN: Di Balik HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Jatiagung Selamatkan Puluhan Nyawa dan Hadirkan Senyum untuk Anak-anak.

KABAR NEGERI PLUS | LAMPUNG SELATAN.

Di tengah berbagai tantangan sosial yang masih membayangi masyarakat, sebuah pemandangan berbeda terlihat di halaman Polsek Jatiagung, Lampung Selatan, Kamis (18/6/2026).

Bukan suara sirene atau aktivitas penegakan hukum yang mendominasi, melainkan antrean warga yang rela menyumbangkan darahnya dan puluhan anak yang dengan berani mengikuti sunatan massal demi masa depan yang lebih sehat.

Momentum peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 kali ini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan. Melalui kegiatan bhakti sosial yang digelar Polsek Jatiagung, terselip pesan kuat bahwa kehadiran Polri tidak hanya diukur dari kemampuannya menjaga keamanan, tetapi juga dari kepeduliannya terhadap persoalan kemanusiaan yang nyata di tengah masyarakat.

Dari hasil pemantauan di lokasi, kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan bagi para calon pendonor darah.

Antusiasme masyarakat terbilang tinggi. Sebanyak 60 warga mendaftarkan diri sebagai pendonor, namun setelah melalui proses skrining kesehatan yang ketat, hanya 32 orang yang memenuhi syarat untuk mendonorkan darahnya.

Data tersebut mengungkap fakta menarik. Di satu sisi, kesadaran masyarakat untuk berbagi dan membantu sesama semakin meningkat. Namun di sisi lain, kondisi kesehatan calon pendonor juga menjadi perhatian tersendiri yang menunjukkan pentingnya edukasi pola hidup sehat di masyarakat.

Sementara itu, di sudut lain halaman Polsek Jatiagung, suasana haru bercampur bahagia terlihat dari wajah para orang tua yang mendampingi anak-anak mereka mengikuti program sunatan massal.

Sedikitnya 50 anak mengikuti kegiatan tersebut, sebuah angka yang menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan keluarga.

Usai menjalani proses sunat, setiap anak menerima bingkisan sebagai bentuk perhatian dan dukungan moral agar mereka tetap ceria dan bersemangat.

Tawa anak-anak yang mulai kembali muncul setelah menjalani prosedur medis menjadi pemandangan yang menghangatkan suasana.

Kapolsek Jatiagung, Ipda Muhammad Yani, SH., MH, saat diwawancarai menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“Alhamdulillah, kegiatan Bhakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 yang dilaksanakan di halaman Polsek Jatiagung berjalan dengan baik, aman, dan lancar. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Namun yang menarik, kegiatan ini juga memperlihatkan kuatnya kolaborasi lintas institusi. Kehadiran unsur TNI, pemerintah desa, PMI, Bhayangkari, hingga masyarakat menjadi gambaran nyata bahwa pelayanan kemanusiaan tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri.

Tercatat hadir dalam kegiatan tersebut Kabag SDM Polres Lampung Selatan Kompol Agus Priono mewakili Kapolres Lampung Selatan, Kepala Desa Margomulyo Susanto, Peltu Lukman mewakili Danramil 421-09 Tanjung Bintang, perwakilan PMI Lampung Selatan, Bhayangkari, Kepala Desa Sidodadi Asri Didik, serta Kepala Desa Gunung Agung Martono.

Bahkan semangat kebersamaan semakin terlihat ketika Danramil 421-09 Tanjung Bintang, Kapten Inf. Tarekat, secara khusus mendorong personel Koramil untuk turut berpartisipasi dalam donor darah.

Langkah tersebut menjadi simbol nyata sinergitas TNI-Polri yang tidak hanya terwujud dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga dalam misi kemanusiaan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

Di balik kantong-kantong darah yang terkumpul dan senyum puluhan anak yang pulang membawa bingkisan, tersimpan pesan yang lebih besar: bahwa pengabdian sejati bukan hanya hadir saat masyarakat menghadapi ancaman keamanan, tetapi juga ketika mereka membutuhkan uluran tangan, perhatian, dan kepedulian.

Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Jatiagung akhirnya bukan sekadar catatan seremonial tahunan. Ia menjadi bukti bahwa setetes darah yang disumbangkan hari ini bisa menjadi harapan hidup bagi orang lain, dan sebuah senyum anak yang terjaga bisa menjadi investasi kemanusiaan bagi masa depan bangsa.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *