Empat Tuntutan Diserahkan ke Pemprov Lampung, Buruh KSPI–FSPMIdi Kantor Gubernur Berlangsung Damai

Bandar Lampung, Kabar Negeri Plus , 16 April 2026 – Penyapaian aspirasi yang digelar Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kantor Gubernur Lampung berlangsung tertib dan damai, Kamis (16/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB tersebut diterima langsung oleh Asisten I Pemerintah Provinsi Lampung, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serta perwakilan Kesbangpol Lampung.

Rombongan buruh dipimpin oleh Wiwin Hefrianto, S.H., yang bersama anggotanya menyampaikan aspirasi secara santun dan terarah. Seluruh rangkaian aksi berjalan kondusif tanpa adanya tindakan anarkis.

Dalam kesempatan tersebut, Asisten I menyampaikan permohonan maaf karena Gubernur Lampung berhalangan hadir akibat agenda mendesak. Meski demikian, pihak pemerintah tetap membuka ruang dialog dengan para peserta aksi.

“Aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar perwakilan Pemprov Lampung dalam forum dialog tersebut.

Aksi Serentak Nasional

Aksi buruh ini tidak hanya berlangsung di Lampung, tetapi juga digelar secara serentak di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Jakarta, Jabar, Banten, Sumut, Jatim  danRiau serta sejumlah wilayah lainnya.

Gerakan ini merupakan bagian dari hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Tuntutan Buruh

Dalam aksi tersebut, KSPI dan FSPMI Lampung menegaskan sejumlah poin tuntutan utama, di antaranya:

  • Percepatan pengesahan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru sesuai putusan Mahkamah Konstitusi
  • Menghapus sistem outsourcing
  • Menolak upah murah
  • Memperkuat pengawasan ketenagakerjaan di Provinsi Lampung serta menindak tegas setiap bentuk pelanggaran

Seluruh tuntutan disampaikan dengan prinsip:

  • Damai dan tertib
  • Tanpa anarkisme
  • Terarah dan terorganisir
  • Konstitusional dan bertanggung jawab

Sebagai bentuk keseriusan, perwakilan FSPMI juga menyerahkan berkas tuntutan/ Pokok pokok pikiran resmi kepada Asisten I untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Provinsi Lampung.

Potensi Eskalasi Jika Diabaikan

Pimpinan aksi menegaskan bahwa gerakan buruh akan terus dikawal. Jika tuntutan tidak mendapat respons yang memadai, bukan tidak mungkin aksi lanjutan dengan skala lebih besar akan digelar mei day 2026.

Namun demikian, khusus di Lampung, hari ini penyampaian aspirasi  dinilai layak diapresiasi karena berlangsung tertib, solid, dan dalam satu komando yang terorganisir dengan baik.

Kegiatan tersebut ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara peserta dan perwakilan pemerintah daerah, menandai berakhirnya kegiatan dalam suasana kondusif.

Kabar Negeri Plus mencatat, substansi utama dari kegiatan Buruh/ Pekerja ini adalah dorongan terhadap pemenuhan hak, perlindungan, serta kesejahteraan buruh melalui pendekatan dialogis dan sesuai koridor hukum yang berlaku yaitu putusan Mahkamah Konstitusi,.

(Dok. KN+ Jakfar Sidik)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *