
Bukan Sekadar Kampus! Teknokrat Lampung Guncang Panggung Dunia, Rektor Ungkap Rahasia Mahasiswa Mampu Bersaing dengan Kampus-Kampus Besar
BANDAR LAMPUNG | KABAR NEGERI PLUS – Anggapan bahwa perguruan tinggi di daerah hanya menjadi pelengkap dalam peta pendidikan nasional kembali dipatahkan oleh Universitas Teknokrat Indonesia. Di tengah persaingan ketat dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta ternama yang memiliki fasilitas dan sumber daya besar, kampus kebanggaan Provinsi Lampung ini justru terus mencetak prestasi hingga level internasional.
Hal tersebut disampaikan Rektor Universitas Teknokrat Indonesia dalam Sidang Terbuka Wisuda di hadapan ribuan wisudawan, orang tua, dan tamu undangan. Ia menegaskan bahwa setiap capaian yang diraih kampus bukanlah hasil keberuntungan, melainkan buah dari budaya disiplin, inovasi, serta kerja keras yang telah menjadi karakter utama sivitas akademika.
“Bersaing di tingkat nasional saja tidak mudah. Mahasiswa kami harus berhadapan dengan kampus-kampus besar di seluruh Indonesia. Namun, melalui kedisiplinan, pembinaan dosen yang berkesinambungan, serta semangat pantang menyerah, mereka mampu membuktikan bahwa putra-putri Lampung dapat berdiri sejajar, bahkan mengungguli banyak perguruan tinggi bergengsi,” tegas Rektor.
Menurutnya, berbagai prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan Universitas Teknokrat Indonesia, tetapi juga kebanggaan masyarakat Lampung karena mampu melahirkan generasi muda yang membawa nama daerah ke panggung nasional maupun internasional.
Prestasi mahasiswa Teknokrat tidak hanya hadir di bidang teknologi informasi, tetapi juga mencakup olahraga, seni, penelitian ilmiah, paper presentation, inovasi, hingga berbagai kompetisi internasional. Pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa kualitas lulusan tidak ditentukan oleh lokasi kampus, melainkan oleh mutu pembinaan akademik dan budaya kompetitif yang dibangun secara konsisten.
Rektor menjelaskan, visi Universitas Teknokrat Indonesia tidak sekadar meluluskan mahasiswa, tetapi mencetak lulusan yang siap memasuki dunia kerja bahkan sebelum resmi diwisuda.
Komitmen itu diwujudkan melalui kurikulum yang mengacu pada standar nasional dan internasional. Mahasiswa tidak hanya dibekali teori di ruang kelas, tetapi juga didorong menghasilkan karya inovatif yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Setiap akhir semester, berbagai hasil inovasi mahasiswa dipamerkan dalam Innovation Expo, sebuah ajang yang mempertemukan mahasiswa dengan pemerintah, dunia usaha, industri, sekolah, hingga masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, hasil penelitian tidak berhenti sebagai tugas akademik semata, melainkan berkembang menjadi solusi yang memiliki nilai guna dan berdampak langsung bagi kehidupan.
Pendekatan tersebut mengantarkan Universitas Teknokrat Indonesia meraih berbagai penghargaan dalam pemeringkatan internasional. Pada World University Rankings 2026, kampus ini berhasil menempati peringkat pertama kategori SDG, peringkat kedua kategori Industry, peringkat keempat kategori Representative, serta peringkat keenam kategori Future.
Prestasi itu melengkapi sederet pencapaian yang telah diraih selama beberapa tahun terakhir. Universitas Teknokrat Indonesia berhasil mempertahankan predikat sebagai perguruan tinggi swasta terbaik di ASEAN dalam bidang riset berdasarkan pemeringkatan internasional selama empat tahun berturut-turut. Kampus ini juga tercatat sebagai perguruan tinggi terbaik di Sumatera Bagian Selatan, terbaik di Provinsi Lampung, serta masuk dalam jajaran perguruan tinggi terbaik di Indonesia berdasarkan berbagai pemeringkatan nasional maupun internasional.
Dari sisi mutu pendidikan, Universitas Teknokrat Indonesia juga terus memperkuat reputasi global melalui berbagai akreditasi internasional. Program Studi Informatika, Sistem Informasi, dan Teknik Elektro telah mengantongi akreditasi berstandar internasional, sementara sejumlah program studi lainnya sedang menjalani proses akreditasi global.
Keunggulan tersebut semakin diperkuat oleh kualitas sumber daya dosennya. Dr. Dedi Darwis tercatat sebagai salah satu ilmuwan terbaik Indonesia berdasarkan pemeringkatan ilmuwan internasional. Sementara itu, Dr. Ridwan Mahendra berhasil masuk dalam jajaran Top 5 Persen Scientist Dunia, sebuah pencapaian yang semakin mengukuhkan posisi Universitas Teknokrat Indonesia di kancah akademik internasional.
Menutup laporannya, Rektor menegaskan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta dukungan penuh dari para orang tua.
“Prestasi ini bukanlah garis akhir, melainkan pijakan untuk melahirkan lebih banyak lulusan yang kompeten, inovatif, berkarakter, dan siap bersaing di tingkat global. Dari Lampung, kami ingin membuktikan bahwa kualitas mampu berbicara lebih lantang daripada sekadar nama besar,” pungkasnya.
(Dok. KN+/Admin)

