ROMBAK BIROKRASI, BUPATI TANGGAMUS KIRIM PESAN KERAS: JABATAN BUKAN HADIAH, PEJABAT DILARANG BERMAIN KEKUASAAN!

KABAR NEGERI PLUS | TANGGAMUS

Langkah besar kembali dilakukan Pemerintah Kabupaten Tanggamus. Di tengah tuntutan percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik, Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., resmi melantik 13 pejabat strategis yang akan menjadi motor penggerak roda pemerintahan daerah ke depan.

Namun pelantikan yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Tanggamus, Kamis (25/6/2026), bukan sekadar seremoni pergantian jabatan. Di hadapan para pejabat yang baru dilantik, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan peringatan tegas bahwa jabatan bukanlah fasilitas untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan hingga kepada Sang Pencipta.

“Jabatan yang Saudara emban bukan sebuah penghargaan, melainkan amanah dan beban yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, pemerintah dan yang paling utama kepada Allah SWT,” tegas Bupati.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Tanggamus, unsur pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretariat Daerah, kepala OPD, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanggamus.

Berdasarkan Keputusan Bupati Tanggamus Nomor 800.1.3.3/1198/45/2026, Nomor 800.1.3.3/1219/45/2026, dan Nomor 800.1.3.3/1255/45/2026, salah satu posisi yang menjadi sorotan adalah pengangkatan Andi Dermawan, S.Sos., MIP sebagai Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan.

Selain itu, dr. Eka Priyanto, M.H. dipercaya menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan dan Herimansyah, S.H., S.P., M.M.P. sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Sementara pada jabatan administrator dan pengawas, sejumlah pejabat juga mendapat amanah baru, di antaranya Evi Zulfia, S.E., Ns. Yayan Sudibyo, S.Kep., Elis Munawansyah, S.E., serta Kiki Rizky Danuswijaya, S.H.

Tidak hanya itu, enam tenaga kesehatan turut dilantik dalam jabatan fungsional sebagai Administrator Kesehatan guna memperkuat sektor pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Tanggamus.

Dalam arahannya, Bupati Saleh Asnawi memberikan perhatian khusus kepada Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan yang dinilai memiliki peran vital dalam menggerakkan ekonomi rakyat. Ia meminta agar program pembentukan dan pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat hingga ke tingkat desa.

Bupati juga menekankan pentingnya hilirisasi produk unggulan daerah seperti kopi, kakao, hasil pertanian, hasil perikanan, serta produk-produk UMKM lokal agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Tak berhenti di situ, Saleh Asnawi bahkan meminta seluruh kepala OPD mengubah pola kerja lama yang hanya menunggu program datang dari pusat. Ia menegaskan bahwa setiap perangkat daerah harus aktif membangun komunikasi dan menjemput peluang pembangunan dari kementerian maupun lembaga pemerintah pusat.

“Saya minta seluruh OPD proaktif menjemput program ke kementerian terkait. Jangan hanya menunggu. Bangun komunikasi yang baik agar program pusat bisa masuk dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tanggamus,” ujarnya.

Pesan paling keras disampaikan Bupati saat mengingatkan seluruh pejabat agar menjaga integritas dan tidak menyalahgunakan kewenangan yang diberikan negara.

Menurutnya, jabatan harus menjadi sarana pengabdian, bukan alat untuk memperkaya diri atau kelompok tertentu. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pejabat untuk bekerja dengan jujur, profesional, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

“Jangan bermain dalam jabatan. Niatkan jabatan ini untuk pengabdian dan kebaikan. Insya Allah rezeki akan datang tanpa harus berbuat curang,” pesannya.

Menutup sambutannya, Bupati memastikan bahwa pembangunan akan menyentuh seluruh wilayah Kabupaten Tanggamus tanpa terkecuali. Ia meminta seluruh pejabat menjadi penyambung informasi sekaligus pelaksana program pembangunan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di setiap pekon dan kecamatan.

“Tidak ada satu pun wilayah, pekon maupun kecamatan yang dilupakan. Semua akan dibangun sesuai tahapan dan kemampuan daerah,” pungkasnya.

Pelantikan ini menjadi sinyal kuat bahwa Pemerintah Kabupaten Tanggamus tengah melakukan penguatan birokrasi untuk mempercepat pembangunan daerah. Kini, publik menanti pembuktian nyata dari para pejabat yang baru dilantik: apakah amanah tersebut benar-benar diwujudkan dalam kinerja dan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

(Dok.KN +/Akmaluddin/TGS)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *