
“Dulu Pinggiran, Kini Jadi Magnet Kota!” — Sukabumi Bandar Lampung Tumbuh Pesat, Penduduk Meledak dan Kawasan Hunian Terus Menjalar
Bandar Lampung | Kabar Negeri Plus — Di tengah laju pertumbuhan Kota Bandar Lampung yang semakin padat, Kecamatan Sukabumi menjelma menjadi salah satu wilayah dengan perkembangan paling agresif dalam beberapa tahun terakhir.
Dulu dikenal sebagai kawasan penyangga di wilayah timur kota, kini Sukabumi berubah menjadi magnet baru pertumbuhan permukiman, perdagangan, hingga jalur strategis penghubung Bandar Lampung menuju Lampung Selatan.
Data statistik menunjukkan lonjakan pertumbuhan penduduk di kecamatan ini berlangsung cukup signifikan.
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kecamatan Sukabumi kini mencapai sekitar 75 ribu jiwa, meningkat tajam dibanding satu dekade sebelumnya.
Ledakan pertumbuhan itu terlihat nyata dari menjamurnya kawasan perumahan baru, meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, hingga padatnya arus kendaraan di sejumlah ruas utama wilayah Sukabumi.
Tak sedikit warga menyebut Sukabumi kini telah berubah wajah menjadi “kota kecil” baru di timur Bandar Lampung.
Kecamatan Sukabumi sendiri terdiri dari tujuh kelurahan, yakni Sukabumi, Sukabumi Indah, Nusantara Permai, Campang Raya, Campang Jaya, Way Gubak, dan Way Laga.
Di antara wilayah tersebut, Sukabumi Indah dan Nusantara Permai menjadi kawasan dengan pertumbuhan permukiman paling pesat.
Deretan perumahan modern terus bermunculan seiring tingginya kebutuhan hunian masyarakat urban.
Selain sebagai kawasan hunian, Sukabumi juga memegang peran vital sebagai jalur distribusi dan mobilitas ekonomi menuju kawasan industri dan Pelabuhan Panjang.
Aktivitas perdagangan rakyat, UMKM, jasa, hingga usaha kuliner tumbuh hampir di setiap sudut wilayah kecamatan ini.
“Perkembangan Sukabumi sangat cepat. Hampir setiap tahun ada pembangunan perumahan dan pertumbuhan penduduk baru,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Namun di balik pesatnya pertumbuhan itu, Sukabumi juga menghadapi tantangan serius.
Kepadatan permukiman, persoalan drainase, kemacetan lalu lintas, hingga pengelolaan sampah mulai menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diantisipasi pemerintah daerah.
Beberapa titik jalan utama bahkan mulai mengalami peningkatan volume kendaraan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Meski demikian, banyak pihak menilai Sukabumi memiliki masa depan besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru Kota Bandar Lampung.
Letaknya yang strategis, didukung perkembangan ekonomi masyarakat dan tingginya urbanisasi, menjadikan kecamatan ini diprediksi akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
Secara historis, Sukabumi juga dikenal sebagai kawasan dengan masyarakat heterogen yang didominasi kultur Jawa dan Lampung yang hidup berdampingan secara harmonis.
Perpaduan budaya itu menjadi warna tersendiri dalam kehidupan sosial masyarakat Sukabumi yang dikenal aktif, dinamis, dan produktif..
Kini, di tengah derasnya pembangunan kota, Sukabumi bukan lagi sekadar wilayah pinggiran.
Ia telah menjelma menjadi simbol baru pertumbuhan urban Bandar Lampung yang terus bergerak cepat tanpa jeda.
(Dok.KN +/Admin)

