
Waktu Terus Berjalan: Kita yang Mendekat ke Akhir, Bukan Sekadar Hari yang Berlalu
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian)
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan menguatkan iman, karena setiap detik yang berlalu bukan sekadar waktu yang hilang, tetapi usia kita yang semakin berkurang.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.
Dalil
وَالْعَصْرِ
إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.”
(QS Al-‘Asr [103]: 1–2)
Inti Pesan
Kita sering berkata: hari ini sudah berlalu.
Padahal yang sebenarnya terjadi: usia kita yang berkurang.
Setiap pagi yang datang bukan sekadar awal hari, tetapi satu langkah lebih dekat menuju akhir kehidupan. Namun kita jarang menyadarinya.
Kita sibuk mengisi waktu, tetapi jarang memastikan apakah waktu itu bernilai atau tidak.
Inilah yang membuat banyak orang menyesal di akhir—bukan karena tidak punya waktu, tetapi karena waktu yang ada tidak digunakan dengan benar.
Waktu tidak pernah berhenti.
Dan kita tidak bisa kembali ke masa yang telah lewat.
Baca Juga:
Allah Tidak Pernah Meninggalkan: Kuatlah, Ini Semua Akan Berlalu
Aksi Hari Ini
Gunakan waktu dengan kesadaran:
- Isi waktu dengan hal yang bernilai
Jangan habiskan untuk sesuatu yang tidak bermanfaat. - Kurangi penundaan
Karena tidak semua yang kita tunda akan sempat kita lakukan. - Perbanyak amal harian
Sedikit tapi rutin lebih berarti daripada banyak tapi jarang.
Banyak orang merasa masih punya banyak waktu, padahal tidak ada yang tahu berapa yang tersisa. Penundaan menjadi jebakan yang paling sering—menunda berubah, menunda ibadah, menunda memperbaiki diri. Padahal waktu tidak pernah menunggu. Ketika kita mulai menyadari bahwa setiap detik adalah kesempatan yang tidak akan kembali, di situlah kita mulai menghargai waktu dengan cara yang berbeda—lebih serius, lebih sadar, dan lebih terarah.
Kunci: waktu adalah amanah yang tidak bisa diulang.
Sekali ia berlalu, ia tidak akan kembali. Tidak bisa diperbaiki, tidak bisa diulang, dan tidak bisa diganti. Dari cara kita menggunakan waktu, di situlah kualitas hidup kita terlihat. Siapa yang menjaga waktunya, ia sedang menjaga hidupnya. Dan siapa yang menyia-nyiakannya, perlahan sedang kehilangan kesempatan tanpa disadari.
Penutup
Hari boleh berlalu, tetapi usia kita ikut berkurang.
Gunakan waktu hari ini, sebelum ia menjadi penyesalan esok hari.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

