Sombong yang Tersembunyi: Saat Hati Merasa Lebih Baik dari Orang Lain

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan menguatkan iman, karena salah satu penghalang terbesar kebenaran bukan pada kurangnya ilmu, tetapi pada hati yang merasa lebih tinggi dari orang lain.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Dalil

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

“Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walau sebesar zarrah.”
(HR Muslim)

Inti Pesan

Sombong tidak selalu terlihat dalam ucapan atau sikap yang kasar. Ia sering hadir secara halus—merasa diri lebih baik, lebih benar, lebih pantas dibanding orang lain.

Inilah yang berbahaya.

Sombong membuat seseorang sulit menerima nasihat, enggan mengakui kesalahan, dan merasa cukup dengan dirinya sendiri. Bahkan tanpa disadari, ia bisa merendahkan orang lain dalam hati.

Padahal semua yang kita miliki—ilmu, harta, kedudukan—bukan milik kita sepenuhnya. Semua adalah titipan.

Ketika hati mulai merasa lebih, di situlah kesombongan mulai tumbuh.

Baca Juga:

Wanita Shalihah dan Bijak Gunakan Smartphone di Era Digital

 

Aksi Hari Ini

Latih diri untuk merendahkan hati (tawadhu’):

  • Sadari asal dan akhir kita
    Dari tanah dan akan kembali ke tanah—tidak ada alasan untuk sombong.
  • Terima nasihat dengan lapang
    Kebenaran tidak melihat siapa yang menyampaikan.
  • Biasakan menghargai orang lain
    Setiap orang punya kelebihan yang tidak kita miliki.

Kunci: kerendahan hati adalah penjaga iman dari kesombongan.

Orang yang rendah hati tidak merasa kecil, tetapi tahu posisi dirinya di hadapan Allah. Ia tidak butuh merasa lebih untuk merasa cukup. Justru dari kerendahan hati lahir kemudahan menerima kebenaran, kelapangan dalam berinteraksi, dan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Sombong menutup pintu kebaikan, sementara tawadhu’ membukanya. Karena itu, siapa yang mampu merendahkan hatinya, sejatinya sedang meninggikan derajatnya di sisi Allah.

Penutup

Sombong tidak membuat kita lebih tinggi, tetapi justru menjauhkan dari kebenaran.
Rendahkan hati, maka Allah akan mengangkat derajat kita.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *