Perbanyak Istighfar Sebelum Waktu Habis

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman

(Rubrik Dakwah Harian – 24 Agustus 2026 | Hari 24 Minggu IV)

Tema:Mempersiapkan Bekal Menuju Akhirat

Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Alhamdulillāh.

Alhamdulillāh, kita kembali dipertemukan dalam rangkaian SUBUH MENGUATKAN IMAN Kabar Negeri Plus.

Pagi ini, KN+ mengajak kita merenungkan satu amalan yang sederhana di lisan, tetapi sangat besar maknanya bagi kehidupan seorang Muslim: istighfar.

Kita sering mengucapkan astaghfirullah, tetapi pernahkah kita benar-benar menyadari bahwa setiap istighfar adalah pengakuan bahwa kita membutuhkan ampunan Allah?

Kita tidak pernah tahu berapa banyak waktu yang masih tersisa.

Hari ini kita masih bisa beristighfar.
Hari ini kita masih bisa bertaubat.
Hari ini kita masih bisa memperbaiki kesalahan.

Tetapi waktu tidak pernah berhenti menunggu kita.

Karena itu, jangan menunggu usia tua untuk memperbanyak istighfar. Jangan menunggu sakit datang untuk mengingat Allah. Dan jangan menunggu ajal mendekat baru ingin kembali.

Perbanyak istighfar selagi waktu masih diberikan.

MUKADIMAH

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِينَ، سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.

Alḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, wash-shalātu was-salāmu ‘alā asyrafil anbiyā’i wal mursalin, Sayyidinā Muḥammadin wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn.

Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, keluarga, para sahabat, dan seluruh pengikut beliau.

DALIL UTAMA: ALLAH MEMERINTAHKAN KITA MEMOHON AMPUN

Allah SWT berfirman melalui perkataan Nabi Nuh AS kepada kaumnya:

فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا

“Maka aku berkata kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun.’”

QS. Nuh: 10

Ayat berikutnya menjelaskan bahwa Allah mengaitkan istighfar dengan berbagai bentuk karunia-Nya: hujan yang lebat, tambahan harta dan anak-anak, kebun-kebun, serta sungai-sungai.

Namun istighfar tidak boleh dipahami sekadar sebagai cara untuk mendapatkan kenikmatan dunia.

Istighfar pertama-tama adalah bentuk pengakuan bahwa kita adalah hamba yang membutuhkan ampunan Allah.

ISTIGHFAR BUKAN SEKADAR UCAPAN

Kita mungkin sudah terbiasa mengucapkan:

Astaghfirullah.

Saat melakukan kesalahan.

Saat terkejut.

Saat mendengar sesuatu yang tidak menyenangkan.

Bahkan terkadang hanya sebagai kebiasaan lisan.

Padahal istighfar seharusnya membawa hati kepada kesadaran:

“Ya Allah, aku mengakui bahwa aku salah. Aku membutuhkan ampunan-Mu.”

Karena itu, istighfar bukan sekadar memperbanyak jumlah ucapan.

Istighfar harus membawa kita kepada kesadaran, penyesalan, dan keinginan untuk memperbaiki diri.

Jika kita memohon ampun tetapi sengaja mempertahankan dosa tanpa keinginan untuk berubah, maka kita perlu bertanya kembali kepada diri sendiri:

Apakah istighfar kita sudah benar-benar keluar dari hati?

KISAH TELADAN: RASULULLAH ﷺ PUN MEMPERBANYAK ISTIGHFAR

Ada sesuatu yang sangat kuat untuk kita renungkan.

Rasulullah ﷺ adalah manusia pilihan Allah dan telah diampuni dosa-dosanya, tetapi beliau tetap memperbanyak istighfar dan taubat.

Dalam Sahih Muslim 2702, Al-Agharr Al-Muzani RA meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda bahwa beliau memohon ampun kepada Allah seratus kali dalam sehari. Dalam riwayat lainnya pada hadis yang sama, beliau menyeru manusia untuk bertaubat kepada Allah dan menyebutkan bahwa beliau sendiri bertaubat kepada Allah seratus kali sehari.

Perhatikan.

Rasulullah ﷺ memperbanyak istighfar.

Lalu bagaimana dengan kita?

Kita yang masih sering salah.

Kita yang masih sering lalai.

Kita yang masih mudah marah.

Kita yang masih sering berkata atau berbuat sesuatu yang menyakiti orang lain.

Kita yang masih memiliki begitu banyak kekurangan.

Jika Rasulullah ﷺ saja memperbanyak istighfar, mengapa kita justru sering merasa tidak perlu?

Istighfar bukan tanda bahwa seseorang tidak memiliki harapan.

Sebaliknya, istighfar adalah tanda bahwa seorang hamba masih ingin kembali kepada Allah.

PELAJARAN YANG DAPAT DIAMBIL

1. Istighfar harus menjadi bagian dari kehidupan

Jangan hanya beristighfar ketika sedang menghadapi masalah.

Jadikan istighfar sebagai kebiasaan setiap hari.

2. Jangan menunggu melakukan dosa besar

Kita tidak perlu menunggu kesalahan besar untuk memohon ampun.

Kesadaran seorang hamba justru terlihat dari kesediaannya mengevaluasi diri atas kesalahan sekecil apa pun.

3. Istighfar bukan alasan untuk terus berbuat dosa

Memperbanyak istighfar bukan berarti bebas mengulangi kesalahan dengan sengaja.

Istighfar harus disertai usaha untuk meninggalkan dosa dan memperbaiki diri.

4. Waktu adalah kesempatan untuk bertaubat

Selama masih hidup, masih ada kesempatan untuk memperbaiki diri.

Tetapi kesempatan itu tidak selamanya terbuka.

Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa taubat tetap diterima sebelum datang tanda besar berupa matahari terbit dari barat.

Karena itu:

Jangan menunda taubat.

5. Perbanyak istighfar sebelum waktu habis

Kita tidak mengetahui kapan perjalanan hidup ini berakhir.

Maka jangan menunggu hari terakhir untuk mengucapkan kalimat yang seharusnya sudah kita biasakan sejak hari ini.

 “NANTI SAJA”

Ada satu kata yang sering membuat manusia terlambat:

“Nanti.”

Nanti saya berubah.

Nanti saya shalat lebih baik.

Nanti saya berhenti dari kebiasaan buruk.

Nanti saya meminta maaf.

Nanti saya memperbanyak istighfar.

Nanti saya belajar agama.

Nanti saya mendekat kepada Allah.

Masalahnya, “nanti” bukan milik kita.

Kita hanya memiliki hari ini.

Besok masih menjadi rahasia.

Beberapa jam ke depan pun belum tentu menjadi milik kita.

Karena itu, ketika hati kita tergerak untuk bertaubat, jangan lawan dorongan tersebut.

Ketika hati ingin beristighfar, jangan menundanya.

Ketika hati ingin kembali kepada Allah, segeralah kembali.

Sebab bisa jadi kesempatan yang datang pagi ini adalah kesempatan yang selama ini kita tunggu.

INTI PESAN

Jangan menunggu waktu habis untuk menyadari betapa berharganya istighfar.

Istighfar bukan hanya untuk orang yang merasa dirinya penuh dosa.

Istighfar adalah kebutuhan setiap hamba.

Kita membutuhkan ampunan Allah ketika salah.

Kita membutuhkan pertolongan Allah ketika lemah.

Kita membutuhkan rahmat Allah ketika tidak mampu menghadapi kehidupan.

Dan kita membutuhkan Allah dalam setiap detik kehidupan kita.

Maka basahi lisan dengan istighfar dan hidupkan hati dengan taubat.

Selagi masih ada waktu, jangan berhenti kembali kepada Allah.

RENUNGAN

Pagi ini, tanyakan kepada diri sendiri:

Berapa kali hari ini saya mengingat Allah?

Berapa kali saya mengucapkan istighfar dengan kesadaran?

Apakah saya hanya memohon ampun ketika sedang menghadapi masalah?

Ataukah istighfar sudah menjadi bagian dari kehidupan saya?

Dan jika hari ini adalah hari terakhir yang Allah berikan kepada saya:

Apakah saya sudah berdamai dengan kesalahan saya dan memohon ampun kepada-Nya?

Jangan tunggu pertanyaan itu dijawab ketika kita sudah tidak memiliki kesempatan untuk memperbaikinya.

Baca Juga:

Semua Akan Berakhir: Saat Iman, Amal, dan Hati Menentukan Segalanya

 

AKSI HARI INI

Hari ini, lakukan empat langkah sederhana:

1. Luangkan waktu khusus untuk istighfar

Setelah Subuh, setelah shalat wajib, atau sebelum tidur.

Berhenti sejenak dari kesibukan dan hadirkan hati.

2. Ucapkan istighfar dengan kesadaran

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ

Astaghfirullāh.

“ Aku memohon ampun kepada Allah.”

Jangan hanya mengejar jumlah.

Hadirkan penyesalan dan kesadaran.

3. Ingat satu kesalahan yang perlu diperbaiki

Jika kesalahan itu berkaitan dengan orang lain, jangan berhenti pada istighfar kepada Allah.

Berusahalah meminta maaf atau mengembalikan hak yang menjadi kewajiban kita.

4. Jadikan istighfar sebagai kebiasaan

Rasulullah ﷺ sendiri memperbanyak istighfar hingga seratus kali dalam sehari.

Mulailah dari kemampuan kita.

Yang penting bukan hanya banyaknya ucapan, tetapi istiqamah dan kesungguhan hati.

PENUTUP

Waktu tidak pernah berjalan mundur.

Hari kemarin telah menjadi sejarah.

Hari esok belum tentu menjadi milik kita.

Yang kita miliki hanyalah kesempatan yang sedang Allah berikan sekarang.

Maka jangan tunggu tua untuk bertaubat.

Jangan tunggu sakit untuk mengingat Allah.

Jangan tunggu ajal mendekat untuk memperbanyak istighfar.

Perbanyak istighfar sebelum waktu habis.

Jika hari ini kita masih bisa mengangkat tangan, berdoalah.

Jika hari ini kita masih bisa mengucapkan Astaghfirullah, ucapkanlah.

Jika hari ini hati masih ingin kembali kepada Allah, jangan ditunda.

Semoga istighfar yang kita ucapkan bukan sekadar gerakan lisan, tetapi menjadi jalan yang membersihkan hati, memperbaiki kehidupan, dan membawa kita semakin dekat kepada Allah.

DOA

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مَغْفِرَتَكَ وَرَحْمَتَكَ، فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا، وَتُبْ عَلَيْنَا، وَطَهِّرْ قُلُوبَنَا، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْخَيْرِ.

Allāhumma innā nas’aluka maghfirataka wa raḥmataka, faghfir lanā dzunūbanā, wa tub ‘alainā, wa ṭahhir qulūbanā, wakhtim lanā bil-khair.

“Ya Allah, kami memohon ampunan dan rahmat-Mu. Ampunilah dosa-dosa kami, terimalah taubat kami, sucikan hati kami, dan akhirilah kehidupan kami dengan kebaikan.”

Ya Allah, jangan biarkan kami menjadi hamba yang menunda taubat.

Jangan biarkan kami terlena oleh panjangnya angan-angan.

Ajarkan kami untuk menghargai setiap detik kehidupan sebagai kesempatan untuk mendekat kepada-Mu.

Ampunilah dosa yang kami sadari maupun yang tidak kami sadari.

Ampunilah kesalahan yang telah kami lakukan kepada-Mu dan kepada sesama manusia.

Jadikan lisan kami ringan dalam beristighfar, hati kami tulus dalam bertaubat, dan langkah kami kuat dalam meninggalkan dosa.

Jika waktu kami masih panjang, gunakanlah untuk ketaatan.

Jika waktu kami semakin dekat, jadikanlah akhir perjalanan kami sebagai husnul khatimah.

Aamiin.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *