Kesalahan Sholat yang Disukai Setan, Sering Dilakukan Tanpa Disadari

 

KABAR NEGERI PLUS – Sholat bukan sekadar kewajiban yang menggugurkan tanggung jawab seorang Muslim.

Sholat adalah ibadah utama yang menjadi sarana seorang hamba berkomunikasi dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Namun, pernahkah kita bertanya: jangan-jangan selama ini kita sudah sholat, tetapi masih banyak kesalahan yang membuat kualitas sholat kita berkurang?

Banyak orang mengira gangguan setan hanya berupa ajakan untuk meninggalkan ibadah atau melakukan maksiat.

Padahal, salah satu bentuk gangguan yang perlu diwaspadai adalah membuat seseorang tetap melaksanakan sholat, tetapi kehilangan kekhusyukan, ketenangan, dan kesempurnaan dalam menjalankannya.

Karena itu, memperbaiki sholat bukan hanya tentang berdiri, rukuk, sujud, dan membaca bacaan sholat.

Lebih dari itu, kita perlu menghadirkan hati dan memahami bahwa kita sedang menghadap Allah SWT.

Sholat terburu-buru atau “sholat kilat” Ini merupakan salah satu kesalahan yang sering terjadi.

Rukuk dilakukan terlalu cepat, sujud hanya sebentar, bahkan gerakan berpindah dari satu posisi ke posisi berikutnya sebelum benar-benar tenang.

Rasulullah SAW pernah menegur seseorang yang tidak menyempurnakan rukuk dan sujudnya.

Dalam sebuah hadis, perilaku tersebut bahkan digambarkan sebagai bentuk “pencurian dalam sholat.”

Sholat yang dilakukan dengan tergesa-gesa dapat menghilangkan ketenangan yang seharusnya ada dalam setiap gerakan.

Gerakannya mungkin selesai, tetapi apakah hati benar-benar hadir? Pikiran ke mana-mana saat sholat .

Baru mengangkat tangan untuk takbiratul ihram, tiba-tiba pikiran melayang kepada pekerjaan, pesan di ponsel, utang, masalah keluarga, masa lalu, hingga rencana esok hari.

Gangguan seperti ini memang dapat terjadi kepada siapa saja.

Dalam hadis, Rasulullah SAW menyebut adanya gangguan setan bernama Khanzab yang mengganggu seseorang dalam sholat dengan berbagai bisikan.

Karena itu, ketika pikiran mulai berkelana, jangan menyerah. Segera kembalikan perhatian kepada bacaan dan gerakan sholat. Tidak menghadirkan ketenangan dalam setiap gerakan.

Sholat membutuhkan tuma’ninah, yaitu ketenangan dalam gerakan.

Jangan sampai seseorang terburu-buru bangkit dari rukuk, berpindah dari sujud, atau melakukan gerakan berikutnya sebelum posisi sebelumnya dilakukan dengan tenang.

Tuma’ninah bukan sekadar memperlambat gerakan. Ia merupakan bagian penting dari kesempurnaan pelaksanaan sholat. Membaca bacaan sholat tanpa berusaha memahami maknanya

Lisan membaca Al-Fatihah, tetapi pikiran tidak mengikuti maknanya.

Padahal, memahami arti bacaan sholat dapat membantu hati lebih hadir dan menyadarkan kita kepada siapa kita sedang menghadap.

Ketika membaca Al-Fatihah, cobalah perlahan memahami makna setiap ayat. Dengan begitu, bacaan tidak sekadar keluar dari lisan, tetapi juga berusaha diresapi oleh hati.

Menunda-nunda sholat tanpa alasan yang dibenarkan. Gangguan terhadap ibadah tidak selalu datang dalam bentuk larangan secara langsung.

Terkadang muncul dalam bentuk sederhana: “Nanti saja.” Sedikit ditunda, kemudian ditunda lagi.

Akhirnya waktu sholat semakin sempit dan ibadah dilakukan dengan tergesa-gesa.

Karena itu, ketika waktu sholat telah tiba, segeralah menunaikannya sesuai ketentuan syariat dan jangan membiasakan diri menunda tanpa alasan yang dibenarkan.

Merasa sudah cukup hanya karena tubuh telah melakukan gerakan sholat Inilah yang perlu menjadi bahan renungan.

Sholat memang memiliki gerakan dan bacaan yang harus dilakukan sesuai tuntunan.

Namun, seorang Muslim juga perlu berusaha menghadirkan hati, menjaga adab, ketenangan, dan kekhusyukan.

Jangan sampai sholat hanya menjadi rutinitas harian yang dilakukan tanpa kesadaran, Tubuh menghadap kiblat, tetapi pikiran dan hati justru berada di tempat lain.

Mengapa sholat harus dijaga?Sholat memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam.

Rasulullah SAW juga mengabarkan bahwa sholat termasuk perkara pertama yang diperhitungkan dari amal seorang hamba pada hari kiamat.

Karena itu, menjaga sholat berarti menjaga salah satu ibadah paling penting dalam kehidupan seorang Muslim.

Bukan hanya mengejar agar sholat selesai, tetapi berusaha agar sholat dilakukan dengan benar, tenang, dan penuh kesadaran.

Bagaimana melawan gangguan saat sholat?Ada beberapa ikhtiar yang dapat dilakukan.

Pelajari dan pahami arti bacaan sholat, Datang lebih awal ketika hendak melaksanakan sholat berjamaah.

Hindari hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi sebelum sholat.Berusaha melakukan setiap gerakan dengan tenang.

Perbanyak doa, terutama ketika sujud. Ketika muncul waswas, berlindung kepada Allah SWT dari gangguan setan.

Tanamkan kesadaran bahwa sholat yang sedang dilakukan bisa menjadi kesempatan terakhir kita untuk beribadah. Jangan hanya memperbaiki gerakan, tetapi hadirkan hati.

Pada akhirnya, memperbaiki sholat bukanlah pekerjaan sehari jadi.

Khusyuk membutuhkan latihan, kesungguhan, dan mujahadah. Setiap kali pikiran teralihkan, kita berusaha kembali. Setiap kali sholat terasa terburu-buru, kita belajar memperbaikinya.

Jangan sampai kita hanya sibuk menghitung berapa kali telah sholat, tetapi lupa bertanya seberapa jauh sholat itu mengubah hati dan kehidupan kita.

Mari jadikan sholat sebagai waktu untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia, menghadap Allah SWT, memohon pertolongan-Nya, dan memperbaiki diri.

Semoga Allah SWT memberikan kita kemampuan untuk menjaga sholat, menyempurnakan ibadah, menghadirkan kekhusyukan, serta menerima seluruh amal ibadah kita. Wallahu a’lam bish-shawab.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatu. 

Dok. KN+ / Jakfar Sidik

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *