Jangan Menunda Salat, Karena Kematian Tidak Menunggu: Renungan Khutbah Jumat

KHUTBAH PERTAMA

‎اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

‎اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

‎أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

‎.

‎Jamaah Jumat rahimakumullah,

‎Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Ketakwaan bukan hanya diucapkan dengan lisan, tetapi dibuktikan dengan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari.

‎Jamaah yang dimuliakan Allah,

‎Hari ini marilah kita merenungkan satu perkara yang sering kita anggap sederhana, tetapi sesungguhnya sangat menentukan keselamatan kita di dunia dan akhirat: salat.

‎Salat adalah kewajiban yang tidak boleh kita perlakukan sebagai urusan yang bisa ditunda sesuka hati.

‎Sering kali kita berkata:

‎“Nanti saja salatnya.”

‎“Sebentar lagi.”

‎“Masih sibuk.”

‎“Pekerjaan ini harus selesai dulu.”

‎Padahal kita tidak pernah tahu apakah beberapa menit kemudian kita masih diberi kesempatan untuk hidup.

‎Allah SWT berfirman:

‎كُلُّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

‎”Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat pula memajukannya.”

‎(QS. Al-A’raf: 34)

‎Ayat ini mengingatkan kita bahwa kematian mempunyai waktu yang telah ditetapkan Allah. Ketika waktunya tiba, tidak ada manusia yang mampu meminta tambahan waktu walaupun hanya satu menit.

‎Jamaah Jumat rahimakumullah,

‎Karena itulah, jangan sampai kita menunggu tua untuk rajin beribadah.

‎Jangan menunggu sakit untuk mengenal Allah.

‎Jangan menunggu mendapat musibah baru mendekat kepada-Nya.

‎Dan jangan menunggu kematian datang baru kita ingin memperbaiki salat.

‎Sebab kematian tidak pernah mengirimkan surat pemberitahuan.

‎Kematian tidak berkata:

‎“Besok saya datang.”

‎Kematian tidak berkata:

‎“Silakan selesaikan pekerjaanmu dulu.”

‎Kematian juga tidak berkata:

‎“Silakan menikmati dunia beberapa tahun lagi.”

‎Ketika ajal telah tiba, selesai sudah kesempatan kita untuk beramal.

‎Rasulullah SAW mengingatkan bahwa amal yang paling pertama diperhitungkan pada hari kiamat adalah salat. Karena itu, marilah kita menjaga salat kita, bukan hanya ketika berada di masjid, tetapi juga ketika sedang bekerja, bepergian, berdagang, berada di rumah, maupun dalam keadaan sibuk sekalipun.

‎Jamaah yang dirahmati Allah,

‎Mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing.

‎Sudahkah kita menjaga salat lima waktu?

‎Sudahkah kita berusaha salat di awal waktu?

‎Sudahkah kita mengajarkan anak-anak kita untuk mencintai salat?

‎Sudahkah kita mengajak keluarga kita mendirikan salat?

‎Jangan sampai kita begitu khawatir kehilangan harta, kehilangan pekerjaan, kehilangan jabatan, atau kehilangan kendaraan, tetapi kita tidak pernah khawatir kehilangan kesempatan untuk beribadah kepada Allah.

‎Harta bisa dicari kembali.

‎Jabatan bisa digantikan.

‎Pekerjaan bisa dicari kembali.

‎Tetapi ketika nyawa sudah meninggalkan tubuh, kesempatan untuk salat dan beramal tidak akan pernah kembali.

‎Jamaah Jumat rahimakumullah,

‎Salat bukan beban. Salat adalah kebutuhan jiwa.

‎Ketika hati gelisah, kita salat.

‎Ketika mendapat masalah, kita salat.

‎Ketika mendapat rezeki, kita bersyukur melalui salat.

‎Ketika mendapat musibah, kita memohon pertolongan Allah melalui salat.

‎Dan ketika hidup terasa begitu panjang, salat mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia ini sebenarnya singkat.

‎Allah SWT berfirman:

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

‎”Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.”

‎(QS. Al-Baqarah: 153)

‎Maka mulai hari ini, mari kita berjanji kepada diri sendiri:

‎Jangan menunda salat.

‎Jika azan telah berkumandang, tinggalkan sejenak urusan dunia dan datanglah memenuhi panggilan Allah.

‎Sebab kita tidak tahu, apakah azan berikutnya masih akan kita dengar.

‎Kita tidak tahu, apakah salat berikutnya masih akan kita tunaikan.

‎Dan kita tidak tahu, apakah malam nanti kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara kehidupan.

‎Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah menjaga salat hingga akhir hayat.

‎بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

‎أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ

‎هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

‎Dok Kabar Negeri Plus.

‎By Jakfar Sidik

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *