
Bursa Pilrek Unila 2027–2031 Mulai Memanas, Tiga Nama Resmi Mendaftar
Kabar Negeri Plus , Bandar Lampung— Bursa Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Lampung (Unila) periode 2027–2031 mulai menunjukkan persaingan.
Dari sembilan bakal calon (bacalon) yang sebelumnya muncul dalam bursa, hingga Kamis (20/8/2026), baru tiga akademisi yang resmi menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pilrek Unila.
Tiga nama yang telah memastikan diri masuk dalam tahapan pendaftaran tersebut yakni Prof. Warsito, S.Si., D.E.A., Ph.D., Dr. Budiyono, S.H., M.H., dan Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes.
Ketiganya datang dengan latar belakang, rekam jejak, serta gagasan kepemimpinan yang berbeda. Kondisi ini membuat dinamika menuju kursi Rektor Unila periode 2027–2031 mulai menarik perhatian sivitas akademika.
Prof. Warsito Jadi Pendaftar Pertama
Prof. Warsito menjadi akademisi pertama yang menyerahkan berkas pendaftaran, yakni pada 18 Agustus 2026.
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu.
Pengetahuan Alam (FMIPA) Unila tersebut bukan nama baru dalam struktur kepemimpinan kampus. Ia pernah menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Ketua Jurusan, Kepala Pusat Kurikulum LP3M, Ketua Senat, hingga Dekan FMIPA.
Dalam perjalanan akademiknya, Prof. Warsito juga dikenal membawa gagasan “Mulang Tiyuh”, sebuah konsep yang menekankan pentingnya kontribusi Unila terhadap pembangunan dan kemajuan daerah.
Pengalaman akademik sekaligus manajerial tersebut menjadi salah satu modal yang dibawa Prof. Warsito dalam kontestasi Pilrek kali ini.
Dr. Budiyono Usung Konsep Kepemimpinan GASPOL
Sehari kemudian, 19 Agustus 2026, giliran Dr. Budiyono yang resmi menyerahkan berkas pendaftaran.
Dosen Fakultas Hukum Unila itu datang bersama keluarga, akademisi, kolega, mahasiswa, serta para pendukungnya.
Dalam pencalonannya, Budiyono menawarkan konsep kepemimpinan GASPOL, yang merupakan akronim dari Global, Adaptif, Smart, Profesional, Optimis, dan Leadership.
Konsep tersebut menjadi bagian dari visi yang ditawarkan Budiyono untuk membawa Unila menghadapi tantangan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Di tengah mulai menghangatnya bursa Pilrek, Budiyono juga menyerukan agar kontestasi berlangsung secara sehat dengan mengedepankan adu gagasan, bukan kampanye negatif maupun kampanye hitam.
Prof. Asep Sukohar Bawa Gagasan “Unila Excellent”
Nama ketiga yang resmi masuk dalam tahapan pendaftaran adalah Prof. Dr. dr. Asep Sukohar, S.Ked., M.Kes.
Guru Besar Fakultas Kedokteran Unila bidang Farmakologi dan Farmasi Klinis tersebut menyerahkan berkas pendaftaran kepada Panitia Pilrek pada 20 Agustus 2026.
Prof. Asep bukan sosok baru dalam jajaran manajemen Unila. Ia pernah dipercaya sebagai Wakil Rektor II Unila periode 2020–2024.
Dalam Pilrek 2027–2031, Prof. Asep membawa gagasan “Unila Excellent”.
Pengalaman akademik dan manajerial yang dimilikinya menjadi salah satu modal untuk menawarkan arah kepemimpinan Unila ke depan.
Baru Tiga Nama, Persaingan Masih Bisa Bertambah
Dengan masuknya tiga nama tersebut, peta awal Pilrek Unila 2027–2031 mulai terbentuk. Namun, persaingan masih sangat terbuka karena proses pendaftaran bakal calon rektor masih berlangsung hingga 4 September 2026.
Sebelumnya, terdapat sembilan nama yang disebut masuk dalam bursa bakal calon. Akan tetapi, hingga 20 Agustus 2026 baru tiga orang yang secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran.
Berdasarkan ketentuan tahapan Pilrek, proses penjaringan ditargetkan menghasilkan sedikitnya empat bakal calon rektor. Apabila jumlah tersebut belum terpenuhi, proses penjaringan dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.
Artinya, peta persaingan Pilrek Unila masih jauh dari kata final.
Pertanyaan besarnya kini bukan hanya siapa yang akan mendaftar, tetapi juga siapa yang mampu menawarkan gagasan paling kuat untuk membawa Unila melangkah lebih jauh pada periode 2027–2031.
Tiga nama telah membuka pertarungan. Namun, hingga pendaftaran ditutup, peluang munculnya nama-nama baru masih terbuka lebar.
(Dok. KN+ By Admin)

