Truk Melindas Pria Misterius di Soekarno-Hatta: Sempat Diduga Tabrak Lari, Polisi Justru Tangkap Sopir

BANDAR LAMPUNG — Kabar Negeri Plus -/Pagi belum sepenuhnya terang ketika sebuah temuan menggegerkan Jalan Soekarno Hatta, Bandar Lampung, Selasa (18/8/2026). Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas di sekitar sisi jalan dekat SPBU 24.351.30. Tubuhnya mengalami luka yang mengarah pada dugaan kuat terlindas kendaraan berat.

Awalnya, kasus ini mengarah ke dugaan tabrak lari. Namun penyelidikan polisi justru membuka fakta berbeda: korban diduga bukan sedang menyeberang atau berjalan di badan jalan, melainkan berada di kolong sebuah truk sebelum kendaraan itu bergerak.

Dari titik inilah kasus tersebut mulai menyisakan sejumlah pertanyaan.

Mengapa korban bisa berada di bawah truk? Apa yang sebenarnya terjadi sebelum kendaraan melaju? Dan apakah sopir benar-benar tidak mengetahui keberadaan korban?

Polisi kini memburu jawaban atas rangkaian pertanyaan tersebut.

Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan, polisi telah mengamankan sopir truk berinisial MA (35), warga Kota Cilegon. MA diamankan di wilayah Natar, Lampung Selatan, setelah petugas melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.

“Sopir ini kami amankan hasil kolaborasi dengan URC Polsek Natar dengan Polsek Labuhan Ratu. Saat diamankan, terduga pelaku tidak melakukan perlawanan,” kata Gigih, Selasa (18/8/2026).

Dugaan Tabrak Lari Mulai Bergeser

Sebelumnya, temuan jasad korban pada sekitar pukul 05.30 WIB memunculkan dugaan bahwa pria tersebut menjadi korban tabrak lari.

Korban pertama kali ditemukan oleh sopir truk bernama Rian Agustiawan yang hendak memarkirkan kendaraannya. Rian kemudian memberitahukan temuannya kepada rekannya, Adi Prasetio.

Petugas keamanan SPBU bersama para saksi sempat berupaya membangunkan korban. Namun tidak ada respons.

Karena posisi tubuh berada di badan jalan dan dikhawatirkan kembali terlindas kendaraan lain, korban kemudian dipindahkan ke sisi jalan.

Kapolsek Labuhan Ratu AKP Ono Karyono mengatakan, pemeriksaan awal menemukan sejumlah luka yang mengarah pada dugaan korban terlindas kendaraan.

“Di muka dan badan ada bekas lindasan mobil. Kakinya juga lecet seperti karena kegusur atau terseret di aspal,” ujar Ono.

Korban saat ditemukan mengenakan pakaian hitam dan sarung. Polisi juga mencatat sejumlah ciri fisik, di antaranya rambut panjang serta tiga tindik pada telinga sebelah kiri.

Namun hingga kini, identitas pria tersebut masih menjadi teka-teki.

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Abdul Moeloek untuk menjalani visum guna membantu memastikan penyebab kematian sekaligus mendukung proses identifikasi.

Pengakuan Sopir: Korban Diduga Tidur di Kolong Truk

Penyelidikan polisi kemudian mengarah kepada MA.

Dari pemeriksaan awal, polisi memperoleh keterangan bahwa korban diduga berada di bawah truk yang dikemudikan MA sebelum kendaraan tersebut bergerak.

Menurut keterangan yang diperoleh penyidik, korban diduga sedang beristirahat atau tidur di kolong truk.

MA disebut tidak mengetahui keberadaan korban ketika kendaraan mulai dijalankan.

“Pengakuan pelaku, korban ini tidur di kolong truk yang dikemudikan MA tersebut. Sopir ini diduga tidak menyadari keberadaan korban yang berada tepat di bawah truk, sehingga truknya melindas tubuh korban,” kata Gigih.

Jika keterangan tersebut nantinya terbukti sesuai dengan fakta penyelidikan, maka konstruksi awal kasus ini berubah cukup signifikan.

Peristiwa yang semula terlihat seperti kecelakaan tabrak lari kini mengarah pada dugaan korban terlindas ketika berada di bawah kendaraan.

Tetapi polisi belum berhenti pada keterangan tersebut.

Pertanyaan Besar Masih Menggantung

Justru pada titik inilah penyelidikan menjadi penting.

Polisi masih harus memastikan mengapa korban berada di kolong truk, sejak kapan korban berada di sana, apakah korban mengenal sopir, serta apakah ada hubungan antara korban dengan kendaraan tersebut.

Posisi korban sebelum truk bergerak juga menjadi bagian penting untuk mengurai kronologi secara utuh.

Sebab, memastikan posisi korban dan kondisi kendaraan sebelum berjalan akan menjadi kunci untuk membedakan apakah peristiwa tersebut murni kecelakaan, kelalaian, atau terdapat fakta lain yang belum terungkap.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Bandar Lampung Ipda Alvira Yunita membenarkan bahwa MA telah diamankan.

“Benar, sopir truk telah ditangkap Satreskrim Polresta Bandar Lampung berkolaborasi dengan URC Polsek Natar dengan URC Polsek Labuhan Ratu,” ujarnya.

MA selanjutnya diserahkan kepada Unit Gakkum Satlantas Polresta Bandar Lampung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini sopir masih menjalani pemeriksaan di Unit Gakkum Satlantas Polresta Bandar Lampung,” kata Alvira.

Identitas Korban Masih Misterius

Di tengah proses hukum terhadap sopir, satu persoalan lain belum terjawab: siapa pria yang tewas tersebut?

Tanpa identitas yang jelas, rangkaian kehidupan korban sebelum kematiannya masih menjadi tanda tanya.

Polisi masih berupaya mengungkap identitas korban sekaligus menelusuri keberadaannya sebelum ditemukan tewas.

Dengan ditangkapnya MA, dugaan tabrak lari yang semula muncul mulai bergeser menjadi dugaan korban terlindas truk saat berada di kolong kendaraan.

Namun satu hal harus digarisbawahi: penangkapan dan pemeriksaan terhadap sopir belum otomatis membuktikan adanya tindak pidana.

Seluruh keterangan masih harus diuji melalui pemeriksaan saksi, visum, bukti di lokasi kejadian, posisi kendaraan, serta fakta-fakta lain yang ditemukan penyidik.

Di Jalan Soekarno Hatta pagi itu, satu nyawa telah melayang. Tetapi hingga kini, cerita lengkap di balik kematian pria tanpa identitas tersebut masih belum sepenuhnya terbuka.

Dan justru di balik kolong truk itulah, polisi kini harus menemukan jawaban atas teka-teki yang mengawali tragedi tersebut.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *