
KSPI Buka Kartu Lama! Said Iqbal Tegaskan Buruh Berdiri di Belakang Prabowo Sejak 2014, Jauh Sebelum Dukungan Mengalir
KABAR NEGERI PLUS | JAKARTA
Di tengah menguatnya dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal melontarkan pernyataan yang menarik perhatian publik. Ia menegaskan bahwa kalangan buruh telah berada di barisan Prabowo sejak 2014, saat banyak pihak masih memilih menunggu arah angin politik.
Pernyataan itu disampaikan Said Iqbal dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KSPI di Hotel Acacia, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026). Di hadapan ratusan peserta, ia mengingat kembali bagaimana KSPI menjadi salah satu organisasi yang secara terbuka menyatakan dukungan kepada Prabowo jauh sebelum dukungan tersebut menjadi arus utama.
“Ketika banyak pihak masih ragu menentukan sikap, buruh sudah mengambil posisi. Kami berdiri bersama Pak Prabowo sejak 2014,” tegas Said Iqbal.
Menurutnya, momentum tersebut terjadi saat KSPI mengundang Prabowo ke Gelora Bung Karno (GBK). Bahkan, kata dia, saat itu deklarasi dukungan buruh dilakukan ketika sejumlah kekuatan politik nasional belum secara resmi menyatakan arah dukungannya.
Iqbal menilai konsistensi hubungan antara gerakan buruh dan Prabowo bukanlah hubungan yang dibangun secara instan menjelang pemilu, melainkan melalui komunikasi panjang yang berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa kelompok buruh masih menempatkan diri sebagai salah satu elemen strategis yang ikut mengawal agenda pemerintahan saat ini.
Tak hanya berbicara soal dukungan politik, Said Iqbal juga mengungkap fakta menarik di balik lahirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kini menjadi salah satu program unggulan pemerintahan Prabowo.
Menurutnya, gagasan negara hadir untuk menjamin kebutuhan gizi masyarakat sebenarnya telah menjadi bahan diskusi sejak sekitar 10 tahun lalu. Ia mengaku pernah terlibat dalam pembahasan awal bersama Prabowo saat pertemuan di Hambalang.
“Ini bukan ide yang muncul tiba-tiba. Sudah dibicarakan sejak lama. Negara harus hadir memastikan rakyat, terutama anak-anak, mendapatkan asupan gizi yang layak,” ujarnya.
Iqbal menilai program MBG merupakan bentuk konkret implementasi sila kedua Pancasila, yakni kemanusiaan yang adil dan beradab. Ia menegaskan bahwa banyak negara di dunia telah menerapkan program serupa sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia.
Bagi KSPI, program tersebut tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menyiapkan generasi masa depan yang lebih sehat dan produktif.
Pernyataan Said Iqbal dalam Rakernas KSPI menjadi penegasan bahwa hubungan antara gerakan buruh dan Presiden Prabowo tidak lahir dari dinamika politik sesaat. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan yang masih membayangi, dukungan yang telah terjalin selama lebih dari satu dekade itu kini memasuki babak baru: mengawal realisasi janji-janji pemerintahan agar benar-benar dirasakan oleh rakyat, khususnya kaum pekerja.
“Kami mendukung bukan karena kekuasaan, tetapi karena keyakinan terhadap arah perjuangan yang sama untuk kesejahteraan rakyat dan pekerja,” menjadi pesan kuat yang ingin ditegaskan KSPI melalui forum nasional tersebut.
(Dok.KN +/Admin)

