Jangan Menunggu Tua untuk Menjadi Baik

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman

(Rubrik Dakwah Harian – 23 Juni 2026 | Hari 23 Minggu IV)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita melanjutkan renungan tentang waktu dan kehidupan.

Kemarin kita belajar bahwa waktu yang hilang tidak akan pernah kembali. Hari ini kita akan membahas sebuah kebiasaan yang sering membuat manusia menunda perubahan.

Yaitu menunggu.

Menunggu usia lebih tua.

Menunggu keadaan lebih baik.

Menunggu waktu yang dianggap tepat.

Menunggu kesibukan berkurang.

Menunggu masalah selesai.

Padahal sering kali, yang ditunggu itu tidak pernah benar-benar datang.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Banyak orang memiliki keinginan untuk menjadi lebih baik.

Ingin lebih rajin salat.

Ingin lebih dekat kepada Allah.

Ingin memperbaiki akhlak.

Ingin meninggalkan dosa.

Namun keinginan itu sering diiringi satu kalimat yang berbahaya:

“Nanti saja.”

Dalil

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan infakkanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum kematian datang kepada salah seorang di antara kamu; lalu dia berkata, ‘Ya Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda kematianku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah dan aku akan termasuk orang-orang yang saleh.’”

(QS Al-Munafiqun [63]: 10)

Inti Pesan

Salah satu tipu daya terbesar dalam kehidupan adalah merasa masih memiliki banyak waktu.

Karena itulah manusia sering menunda.

Menunda taubat.

Menunda ibadah.

Menunda memperbaiki diri.

Menunda meminta maaf.

Menunda berbuat baik.

Padahal tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan datang.

Kematian tidak menunggu seseorang menjadi tua.

Tidak menunggu seseorang selesai dengan urusannya.

Tidak menunggu seseorang siap.

Dan tidak menunggu seseorang menyelesaikan semua rencananya.

Berapa banyak orang yang meninggal dalam usia muda?

Berapa banyak orang yang masih memiliki banyak cita-cita tetapi dipanggil Allah lebih dahulu?

Karena itu, Islam mengajarkan agar manusia tidak menunda kebaikan.

Menjadi baik bukan urusan usia.

Menjadi baik adalah urusan kemauan.

Banyak anak muda yang lebih dekat kepada Allah dibanding sebagian orang yang lebih tua.

Dan tidak sedikit orang yang menyesal karena terlalu lama menunda perubahan.

Hari ini mungkin kita masih memiliki kesempatan.

Masih bisa salat.

Masih bisa membaca Al-Qur’an.

Masih bisa memperbaiki hubungan dengan sesama.

Masih bisa meminta maaf.

Masih bisa bertaubat.

Maka gunakan kesempatan itu.

Karena kesempatan yang ada hari ini belum tentu ada esok hari.

Jangan berpikir bahwa menjadi baik harus menunggu usia senja.

Karena yang terpenting bukan kapan kita mulai.

Tetapi apakah kita benar-benar memulai.

Allah tidak meminta kita menjadi sempurna dalam satu hari.

Allah hanya meminta kita melangkah menuju kebaikan mulai hari ini.

Kunci

Jangan menunggu tua untuk menjadi baik. Karena tidak ada jaminan bahwa kita akan sampai pada usia tua.

Baca Juga:

Setelah Kesulitan, Allah Siapkan Kemudahan

 

Aksi Hari Ini

Mulai satu perubahan baik hari ini

Meski kecil, tetapi lakukan dengan sungguh-sungguh.

Tinggalkan satu kebiasaan buruk

Jangan menunggu waktu yang dianggap ideal.

Perbaiki salat yang selama ini sering dilalaikan

Karena salat adalah pondasi kehidupan seorang Muslim.

Hubungi seseorang yang perlu dimintai maaf

Jangan menunda kebaikan yang bisa dilakukan sekarang.

Perbanyak istighfar dan taubat

Karena pintu taubat masih terbuka selama hayat masih dikandung badan.

Banyak orang ingin berubah, tetapi sedikit yang benar-benar memulai. Padahal langkah pertama menuju kebaikan sering kali lebih penting daripada menunggu keadaan yang sempurna. Sebab tidak ada waktu yang benar-benar sempurna selain kesempatan yang Allah berikan hari ini.

Penutup

Jika selama ini engkau berkata,

“Besok saja.”

Maka mulailah hari ini.

Jika selama ini engkau berkata,

“Nanti kalau sudah tua.”

Maka mulailah hari ini.

Jika selama ini engkau berkata,

“Masih ada waktu.”

Maka ingatlah bahwa tidak ada yang mengetahui berapa banyak waktu yang tersisa.

Jangan menunggu tua untuk menjadi baik.

Jangan menunggu sempurna untuk berubah.

Jangan menunggu keadaan ideal untuk mendekat kepada Allah.

Karena setiap hari yang berlalu adalah kesempatan yang berkurang.

Dan setiap kesempatan yang digunakan untuk kebaikan adalah bekal yang akan menyelamatkan kita kelak.

Maka mulailah hari ini.

Sebelum datang hari ketika kita ingin kembali memperbaiki diri, tetapi kesempatan itu sudah tidak ada lagi.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *