
Jangan Bosan Menolong Walau Tidak Dipuji
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 9 Agustus 2026 | Hari 9 Minggu II)
Assalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Alhamdulillāh.
Setelah kemarin kita belajar menjadi manusia yang paling bermanfaat, hari ini kita diajak memperbaiki niat ketika membantu orang lain.
Tidak semua kebaikan akan mendapatkan ucapan terima kasih.
Tidak semua pengorbanan akan dihargai.
Tidak semua bantuan akan dibalas dengan kebaikan.
Bahkan tidak sedikit orang yang justru melupakan jasa orang yang telah menolongnya.
Keadaan seperti ini sering membuat hati kecewa.
Lelah.
Lalu berhenti berbuat baik.
Padahal seorang mukmin tidak menolong karena ingin dipuji.
Ia menolong karena berharap ridha Allah.
Jika manusia lupa.
Allah tidak pernah lupa.
Jika manusia tidak menghargai.
Allah telah menyiapkan balasan yang jauh lebih baik.
Karena setiap kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas akan kembali kepada pelakunya, baik di dunia maupun di akhirat.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta’īnuhu wa nastaghfiruh, wa na’ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a’mālinā.
Jangan berhenti berbuat baik hanya karena manusia tidak menghargainya.
Tetaplah menolong.
Karena Allah melihat setiap langkah yang kita lakukan.
Dalil
Allah Subḥānahu wa Ta’ālā berfirman:
وَمَا تُقَدِّمُوا لِأَنفُسِكُم مِّنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِندَ اللَّهِ
“Kebaikan apa pun yang kamu kerjakan untuk dirimu, niscaya kamu akan mendapatkannya di sisi Allah.”
(QS Al-Baqarah [2]: 110)
Allah juga berfirman:
إِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمْ جَزَاءً وَلَا شُكُورًا
“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah karena mengharap wajah Allah. Kami tidak menghendaki balasan dan tidak pula ucapan terima kasih darimu.”
(QS Al-Insan [76]: 9)
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Allah akan selalu menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”
(HR. Muslim)
Inti Pesan
Orang yang ikhlas tidak menghitung berapa kali ia membantu.
Ia juga tidak menghitung berapa kali ia dilupakan.
Karena orientasinya bukan manusia.
Melainkan Allah.
Menolong sesama bukan investasi kepada manusia.
Tetapi investasi untuk akhirat.
Boleh jadi orang yang kita bantu tidak pernah mengucapkan terima kasih.
Namun Allah telah mencatatnya sebagai amal yang akan menyelamatkan kita pada Hari Kiamat.
Begitulah indahnya Islam.
Kebaikan tidak bergantung pada penghargaan manusia.
Tetapi pada keridhaan Allah.
Selama niat kita lurus.
Tidak ada satu pun amal yang akan sia-sia.
Kisah Teladan
Salah satu kisah paling mengharukan adalah kisah Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallāhu ‘anhu bersama Mistah bin Utsatsah.
Mistah adalah kerabat Abu Bakar yang hidup dalam kesulitan.
Selama bertahun-tahun Abu Bakar membantu memenuhi kebutuhan hidupnya.
Namun ketika terjadi peristiwa Haditsul Ifk (fitnah terhadap Sayyidah Aisyah radhiyallāhu ‘anha), Mistah justru ikut menyebarkan berita bohong yang menyakiti keluarga Abu Bakar.
Abu Bakar sangat sedih.
Beliau bersumpah tidak akan lagi membantu Mistah.
Lalu Allah menurunkan firman-Nya:
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ
“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah kamu ingin Allah mengampunimu?”
(QS An-Nur [24]: 22)
Mendengar ayat itu.
Abu Bakar menangis.
Beliau berkata,
“Demi Allah, aku ingin Allah mengampuniku.”
Beliau pun kembali membantu Mistah seperti sebelumnya.
Tidak karena Mistah layak menerimanya.
Tetapi karena Abu Bakar ingin memperoleh ampunan Allah.
Inilah akhlak orang-orang besar.
Mereka tetap berbuat baik, meskipun pernah disakiti.
Pelajaran yang Dapat Diambil
Hari ini mungkin ada orang yang pernah kita bantu.
Namun kini ia melupakan semua kebaikan itu.
Jangan kecewa.
Karena sejak awal kita tidak sedang bertransaksi dengan manusia.
Kita sedang beramal kepada Allah.
Jika kita terus berharap balasan manusia.
Kita akan mudah lelah.
Namun jika kita berharap balasan Allah.
Hati akan tetap tenang.
Dan tangan akan tetap ringan membantu siapa pun.
Kunci
Kebaikan yang paling bernilai adalah kebaikan yang tetap dilakukan meskipun tidak dipuji, tidak dihargai, bahkan terkadang dibalas dengan keburukan.
Baca Juga:
Tidak Ada Amal yang Terlalu Kecil di Hadapan Allah
Aksi Hari Ini
Tolonglah seseorang tanpa memberi tahu orang lain
Biarkan hanya Allah yang mengetahui amal tersebut.
Berbuat baik kepada orang yang pernah mengecewakanmu
Sebagai latihan membersihkan hati.
Jangan mengungkit bantuan yang pernah diberikan
Karena mengungkit kebaikan dapat mengurangi nilai amal.
Perbanyak doa agar Allah menjaga keikhlasan hati
Supaya amal tidak rusak karena mengharap pujian.
Muhasabah sebelum tidur
Tanyakan kepada diri sendiri,
“Apakah aku masih berbuat baik karena Allah, atau karena ingin dihargai manusia?”
Orang yang ikhlas tidak pernah miskin karena memberi.
Dan tidak pernah rugi karena menolong.
Karena Allah sendiri yang akan membalas seluruh kebaikannya.
Penutup
Saudaraku yang dirahmati Allah.
Dunia mungkin tidak selalu mengingat jasa kita.
Manusia mungkin lupa terhadap pertolongan yang pernah kita berikan.
Namun Allah tidak pernah lupa.
Sebagaimana Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallāhu ‘anhu tetap membantu Mistah demi mengharap ampunan Allah, marilah kita terus menebarkan kebaikan tanpa bergantung pada pujian manusia.
Jangan biarkan rasa kecewa menghentikan langkah kita untuk menolong.
Karena setiap tangan yang terulur.
Setiap air mata yang kita hapus.
Setiap beban yang kita ringankan.
Dan setiap hati yang kita bahagiakan.
Semuanya telah dicatat oleh Allah dengan balasan yang jauh lebih besar daripada apa yang dapat diberikan manusia.
Semoga Allah menjadikan kita hamba yang istiqamah dalam menolong sesama, membersihkan hati kita dari riya’ dan kecewa terhadap manusia, menguatkan keikhlasan dalam setiap amal, serta memasukkan kita ke dalam golongan orang-orang yang memperoleh rahmat dan cinta-Nya.
Āmīn yā Rabbal ‘ālamīn.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalāmu’alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

