
Dari Tanah Adat di Kaki Gunung Tanggamus, Lahir Sebuah Daerah yang Kini Menjadi Kebanggaan Lampung.
TANGGAMUS | Kabar Negeri Plus — Tak banyak yang mengetahui bahwa Kabupaten Tanggamus yang kini dikenal sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan pembangunan paling pesat di Provinsi Lampung, lahir dari sebuah perjuangan panjang masyarakat yang mendambakan perubahan.
Di balik megahnya Gunung Tanggamus yang menjulang dan indahnya Teluk Semaka yang membentang, tersimpan kisah sejarah tentang semangat persatuan, perjuangan, dan tekad untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Jauh sebelum resmi menjadi kabupaten, wilayah Tanggamus merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Pada masa kolonial Belanda, Kota Agung telah menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan penting di wilayah pesisir Lampung.
Kehidupan masyarakat kala itu berjalan dalam tatanan adat yang kuat melalui sistem marga yang dipimpin para Pasirah. Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal menjadi fondasi yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.
Namun seiring perkembangan zaman, luasnya wilayah Kabupaten Lampung Selatan serta jauhnya rentang kendali pemerintahan membuat pelayanan publik dan pembangunan belum dapat menjangkau seluruh masyarakat secara optimal.
Kondisi tersebut melahirkan aspirasi besar dari masyarakat dan tokoh daerah untuk memperjuangkan lahirnya daerah otonom baru yang mampu mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Melalui Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1997, Kabupaten Tanggamus resmi dibentuk sebagai daerah otonom baru dengan Kota Agung sebagai ibu kota.
Tanggal 21 Maret 1997 kemudian tercatat sebagai tonggak sejarah lahirnya Kabupaten Tanggamus, sebuah momentum yang mengubah arah perjalanan pembangunan wilayah ini.
Nama Tanggamus sendiri diambil dari Gunung Tanggamus yang menjadi simbol kekuatan, kebanggaan, dan identitas masyarakat setempat. Dari kaki gunung inilah semangat pembangunan terus tumbuh dan berkembang.
Dalam kurun waktu lebih dari dua dekade, Tanggamus berhasil bertransformasi dari daerah hasil pemekaran menjadi salah satu kabupaten yang memiliki peran strategis dalam pembangunan Provinsi Lampung.
Kemajuan Tanggamus terlihat nyata di berbagai sektor. Infrastruktur jalan yang semakin baik membuka konektivitas antarwilayah hingga ke daerah pegunungan dan pesisir.
Sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan terus menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dengan komoditas unggulan seperti kopi, kakao, lada, serta hasil laut dari Teluk Semaka yang dikenal melimpah.
Tak hanya itu, sektor pariwisata juga menjadi kekuatan baru yang mengangkat nama Tanggamus hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. Teluk Kiluan dengan atraksi lumba-lumba liar, Pantai Gigi Hiu yang eksotis, Air Terjun Lembah Pelangi, hingga pesona Gunung Tanggamus menjadi magnet yang menarik ribuan wisatawan setiap tahunnya.
Di era modern, Pemerintah Kabupaten Tanggamus terus melakukan berbagai terobosan melalui digitalisasi pelayanan publik, penguatan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, serta pembangunan fasilitas kesehatan yang semakin merata.
Langkah tersebut menjadi bukti bahwa Tanggamus tidak hanya berupaya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.
Kini, Kabupaten Tanggamus berdiri sebagai salah satu daerah yang terus tumbuh dengan semangat “Begawi Jejama”, falsafah hidup masyarakat yang mengajarkan pentingnya bekerja bersama demi mencapai kemajuan bersama.
Dari sebuah wilayah adat yang sarat sejarah, Tanggamus telah menjelma menjadi kabupaten yang modern, produktif, dan penuh potensi.
Lebih dari sekadar hasil pemekaran, Tanggamus adalah simbol keberhasilan perjuangan masyarakat dalam mengubah mimpi menjadi kenyataan.
Sebuah daerah yang lahir dari sejarah, tumbuh melalui kerja keras, dan terus melangkah menuju masa depan yang lebih maju sebagai salah satu kebanggaan Provinsi Lampung.
(Dok.KN +/TGS/Ahmad apriyanto

