
Jangan Hanya Mengingat Allah Saat Susah
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 11 Juni 2026 | Hari 11 Minggu II)
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kabar Negeri Plus mengajak kita merenungkan sebuah kebiasaan yang tanpa disadari sering terjadi dalam kehidupan manusia. Ketika masalah datang, kita berdoa lebih lama. Ketika kesulitan menghimpit, kita lebih sering mengingat Allah. Ketika hati terluka, kita lebih rajin bersujud dan memohon pertolongan-Nya.
Namun bagaimana ketika hidup sedang baik-baik saja?
Bagaimana ketika rezeki lancar?
Bagaimana ketika tubuh sehat?
Bagaimana ketika urusan berjalan sesuai harapan?
Apakah kita masih mengingat Allah dengan kesungguhan yang sama?
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.
Setelah belajar tentang doa dan kesabaran menunggu waktu terbaik dari Allah, hari ini kita diajak memahami bahwa hubungan dengan Allah tidak boleh dibangun hanya ketika kita membutuhkan pertolongan-Nya. Hubungan itu harus dijaga dalam setiap keadaan.
Dalil
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Maka ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengingatmu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari nikmat-Ku.”
(QS Al-Baqarah [2]: 152)
Inti Pesan
Salah satu kelemahan manusia adalah mudah mengingat Allah saat membutuhkan sesuatu.
Ketika sakit, kita berdoa.
Ketika mengalami kesulitan ekonomi, kita berdoa.
Ketika menghadapi masalah keluarga, kita berdoa.
Ketika merasa terdesak, kita mendekat kepada Allah.
Namun setelah masalah berlalu, tidak sedikit yang kembali sibuk dengan urusan dunianya.
Dzikir mulai berkurang.
Doa mulai jarang.
Al-Qur’an mulai ditinggalkan.
Dan hubungan dengan Allah perlahan melemah.
Padahal Allah bukan hanya Tuhan saat kita sedang susah.
Allah adalah Tuhan dalam setiap keadaan.
Baik saat lapang maupun sempit.
Baik saat sehat maupun sakit.
Baik saat bahagia maupun sedih.
Orang yang benar-benar mengenal Allah tidak hanya datang kepada-Nya ketika membutuhkan pertolongan.
Ia juga datang kepada Allah untuk bersyukur.
Untuk beribadah.
Untuk mendekatkan diri.
Untuk menjaga hubungan yang telah dibangun.
Nabi Muhammad ﷺ adalah teladan terbaik dalam hal ini.
Beliau tetap memperbanyak ibadah meskipun telah dijamin ampunan oleh Allah.
Ketika ditanya mengapa beliau begitu banyak beribadah, beliau menjawab bahwa beliau ingin menjadi hamba yang bersyukur.
Ini mengajarkan kepada kita bahwa ibadah bukan hanya karena ada masalah.
Ibadah adalah bentuk cinta dan rasa syukur kepada Allah.
Hari ini banyak orang menginginkan pertolongan Allah saat menghadapi kesulitan.
Namun lupa menjaga kedekatan dengan-Nya saat keadaan sedang baik.
Padahal orang yang mengingat Allah ketika lapang akan mendapatkan pertolongan dan ketenangan ketika sempit.
Karena hubungan yang kuat dengan Allah tidak dibangun dalam satu malam.
Hubungan itu dibangun melalui dzikir yang rutin.
Salat yang dijaga.
Doa yang terus dipanjatkan.
Dan rasa syukur yang selalu hidup dalam hati.
Jangan sampai kita hanya mencari Allah ketika membutuhkan sesuatu.
Tetapi lupakan Allah ketika semua keinginan telah terpenuhi.
Karena nikmat yang kita rasakan hari ini juga berasal dari-Nya.
Kunci
Orang yang dekat dengan Allah bukan hanya mereka yang berdoa saat susah, tetapi mereka yang tetap mengingat Allah saat hidup sedang dipenuhi nikmat.
Baca Juga:
Mengapa Doa Kita Terasa Belum Dikabulkan?
Aksi Hari Ini
Perbanyak dzikir saat keadaan sedang baik
Jangan menunggu datangnya masalah untuk mengingat Allah.
Luangkan waktu khusus untuk bersyukur
Sebutkan nikmat-nikmat yang Allah berikan hari ini.
Jaga salat dengan lebih khusyuk
Sebagai bentuk kedekatan kepada Allah, bukan sekadar kewajiban.
Baca Al-Qur’an meskipun sedang sibuk
Jangan biarkan kesibukan dunia menjauhkan hati dari Allah.
Biasakan mengucapkan hamdalah
Karena rasa syukur adalah tanda hati yang hidup.
Banyak orang mampu bersabar ketika diuji, tetapi tidak semua mampu bersyukur ketika diberi nikmat. Padahal bersyukur juga merupakan ujian. Semakin besar nikmat yang Allah berikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk tetap mengingat-Nya. Hati yang selalu bersyukur akan lebih mudah merasakan kedekatan dengan Allah dalam setiap keadaan.
Penutup
Jika hari ini hidupmu terasa baik,
jangan lupa kepada Allah.
Jika hari ini rezekimu lancar,
jangan lupa kepada Allah.
Jika hari ini hatimu bahagia,
jangan lupa kepada Allah.
Karena Allah bukan hanya tempat kembali saat masalah datang.
Allah adalah tempat kembali dalam setiap keadaan.
Maka jangan hanya mengingat Allah saat susah.
Ingatlah Allah saat lapang.
Ingatlah Allah saat bahagia.
Ingatlah Allah saat segala sesuatu berjalan baik.
Karena hati yang selalu mengingat Allah akan lebih mudah menemukan ketenangan dan keberkahan dalam hidup.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

