Kematian Itu Pasti: Tapi Mengapa Kita Seolah Tidak Siap?

Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian)

Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

Kabar Negeri Plus mengajak kita mengawali hari dengan menguatkan iman, karena kematian bukan sesuatu yang jauh—ia pasti datang, hanya waktunya yang tidak kita ketahui.

Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.

Dalil

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ

“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
(QS Ali ‘Imran [3]: 185)

Inti Pesan

Kematian adalah kepastian yang tidak bisa ditolak.

Tidak peduli usia, jabatan, atau keadaan—semua akan sampai pada titik itu.

Namun anehnya, kita hidup seolah tidak akan mati.

Kita menunda taubat.
Menunda ibadah.
Menunda memperbaiki diri.

Seakan-akan masih punya banyak waktu.

Padahal kematian tidak pernah menunggu kita siap.

Ia datang tepat pada waktunya—bukan pada kesiapan kita.

Inilah yang membuat banyak orang menyesal, bukan karena tidak tahu, tetapi karena terlalu menunda.

Baca Juga:

Dunia Hanya Sementara: Mengapa Kita Terlalu Mengejarnya?

 

Aksi Hari Ini

Persiapkan diri sebelum kematian datang:

  • Perbaiki ibadah mulai hari ini
    Jangan menunggu waktu yang tidak pasti.
  • Segera bertaubat
    Karena dosa yang ditunda untuk ditinggalkan, bisa menjadi kebiasaan.
  • Perbanyak amal baik
    Karena itu satu-satunya yang akan kita bawa.

Kematian bukan untuk ditakuti, tetapi untuk disadari. Ia bukan akhir dari segalanya, tetapi awal dari kehidupan yang sebenarnya. Ketika kita menyadari ini, hidup menjadi lebih serius, lebih terarah, dan lebih bermakna. Kita tidak lagi menunda kebaikan, karena tahu kesempatan tidak selalu ada. Dan kita tidak lagi meremehkan waktu, karena sadar setiap detik mendekatkan kita ke akhir.

Kunci: yang paling dekat bukanlah rencana kita, tetapi kematian kita.

Kita sering merasa masih punya banyak waktu, padahal tidak ada yang tahu kapan batas itu tiba. Dari kesadaran inilah lahir kesiapan. Bukan dengan menunggu, tetapi dengan memperbaiki diri hari ini. Karena saat kematian datang, yang tersisa bukan apa yang kita rencanakan, tetapi apa yang sudah kita lakukan.

Penutup

Kematian pasti datang, cepat atau lambat.
Jangan tunggu siap, tetapi siapkan diri mulai sekarang.

Wallahu a‘lam bish-shawab.

Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *