
HUT ke-27 FSPMI, Jajaran Polda Metro Jaya Sampaikan Apresiasi
Kabar Neger Plus – Jakarta Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mendapat perhatian dari jajaran Kepolisian Daerah Metro Jaya. Ucapan selamat disampaikan melalui karangan bunga yang terpasang di Kantor Sekretariat DPP FSPMI.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si. serta Direktur Intelkam Polda Metro Jaya Kombes Pol. Miko Indrayana, S.I.K. menyampaikan apresiasi atas peran FSPMI yang selama 27 tahun konsisten memperjuangkan hak, kesejahteraan, dan keadilan bagi pekerja/buruh di Indonesia.

Momentum HUT ke-27 ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara serikat pekerja dan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas hubungan industrial yang kondusif, demokratis, dan berkeadilan.
Ucapan selamat juga disampaikan oleh berbagai instansi dan pihak lainnya. Mereka menyampaikan harapan agar FSPMI semakin solid, konsisten, dan memiliki daya juang tinggi dalam memperjuangkan hak-hak normatif, kesejahteraan, serta keadilan bagi seluruh pekerja/buruh Indonesia.Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) genap berusia 27 tahun pada 6 Februari 2026. Sejak berdiri pada 6 Februari 1999, FSPMI telah menempuh perjalanan panjang yang diwarnai tekanan, konflik industrial, hingga berbagai upaya sistematis untuk melemahkan gerakan buruh. Namun organisasi ini tetap berdiri kokoh—solid dan konsisten—sejalan dengan karakter METAL yang menjadi identitas perjuangannya.
Peringatan HUT ke-27 ini sekaligus menjadi penanda penting fase regenerasi kepemimpinan melalui Kongres VII FSPMI, yang akan digelar pada Minggu–Selasa, 8–10 Februari 2026, di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jakarta Utara. Kongres tersebut menjadi forum konsolidasi nasional sekaligus penentuan arah perjuangan FSPMI ke depan.Ribuan delegasi dari seluruh Indonesia, yang terdiri dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), Koordinator Cabang (KC), Pimpinan Cabang, hingga Pimpinan Unit Kerja (PUK) FSPMI, dijadwalkan hadir dengan mengusung tema “Bangga Berjuang Bersama FSPMI.” Tema ini menegaskan semangat kolektif, militansi, dan loyalitas anggota yang selama puluhan tahun berada di garis depan perjuangan buruh.

Selama hampir tiga dekade, FSPMI tidak lepas dari berbagai ujian. Tekanan eksternal, narasi adu domba, hingga serangan buzzer yang berupaya mendelegitimasi gerakan buruh terus bermunculan. Namun upaya tersebut tidak menggoyahkan barisan. Solidaritas internal dan militansi anggota justru menjadi kekuatan utama yang menjaga panji FSPMI tetap tegak berkibar.
Kongres VII FSPMI diharapkan tidak hanya melahirkan kepemimpinan baru, tetapi juga memperkuat struktur organisasi serta mempertegas sikap politik-industrial FSPMI dalam memperjuangkan upah layak, jaminan kerja, perlindungan pekerja, dan keadilan sosial di tengah dinamika industri nasional.
(DOK. KN+ Zea Safitri)

