Jelang Pilratin Sukarame, Panitia Warning Penyebar Hoaks: Jangan Pecah Suara Pemilih

PESISIR BARAT, Kabar Negeri Plus — Menjelang pelaksanaan Pemilihan Peratin (Pilratin) Pekon Sukarame, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat, masyarakat diingatkan agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.


Ketua Panitia Pilratin Sukarame, Fadli Iqbal, menegaskan bahwa informasi atau isu yang beredar terkait para calon peratin harus disikapi secara bijak dan tidak boleh menjadi alat untuk memecah suara pemilih maupun mengganggu jalannya pesta demokrasi di tingkat pekon.


Menurut Fadli, pihaknya menerima adanya isu yang disebut-sebut berkaitan dengan calon peratin dan disebarkan oleh oknum yang diduga berasal dari tim calon. Namun, ia menegaskan bahwa informasi tersebut belum dapat dibenarkan sebelum dilakukan klarifikasi dan verifikasi.


“Kami mengimbau masyarakat jangan mudah terpancing dengan informasi yang belum jelas kebenarannya. Kalau ada pihak yang menyampaikan isu atau dugaan kampanye hitam, dalam waktu dekat akan kami panggil untuk memberikan klarifikasi terkait informasi yang disebarkan,” tutur Fadli.


Ia menegaskan, panitia akan mengambil langkah sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan penyebaran informasi yang tidak benar dan berpotensi mengganggu tahapan Pilratin.


Karena itu, masyarakat yang menemukan atau menerima informasi yang diduga hoaks diminta tidak langsung menyebarluaskannya. Informasi tersebut sebaiknya disampaikan kepada panitia penyelenggara untuk dilakukan pengecekan dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.


Jaga Demokrasi, Jangan Rusak Persaudaraan
Fadli juga mengajak seluruh calon peratin beserta tim pendukung untuk menjaga suasana Pilratin Sukarame tetap aman, damai, dan kondusif.


Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam sebuah proses demokrasi. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai berubah menjadi perselisihan akibat penyebaran isu yang menyerang atau menjatuhkan calon tertentu.


“Pemilihan harus dilakukan secara sportif. Jangan ada yang bermain dengan menyebarkan isu buruk kepada sesama calon, apalagi dengan tujuan menjatuhkan salah satu calon,” tegasnya.


Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan etika politik, persaingan yang sehat, serta menghormati hak masyarakat dalam menentukan pilihannya.
“Yang terpenting, mari kita jaga Pilratin ini tetap damai. Siapa pun yang terpilih nantinya merupakan pilihan masyarakat dan harus dihormati,” pungkas Fadli.


Panitia Pilratin Sukarame mengingatkan bahwa demokrasi di tingkat pekon bukan sekadar persoalan memenangkan kontestasi, tetapi juga bagaimana seluruh prosesnya mampu menjaga persaudaraan dan ketenteraman masyarakat.


(Dok. KN+ Fadli Iqbal/Pesibar)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *