Srikandi Fajar Berkah Isi HUT RI ke-81 dengan Kajian Islam, dari Lomba Kemerdekaan hingga Studio 16 Trans TV.

JAKARTA — Kabar Negeri Plus — Merayakan kemerdekaan tidak selalu harus dengan panggung hiburan, perlombaan, atau seremoni. Bagi Srikandi Kipra Fajar Berkah, kemerdekaan juga menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas dan menyiapkan bekal kehidupan yang lebih panjang.

Pesan itulah yang dibawa rombongan Srikandi Kipra Fajar Berkah ketika menyambangi Studio 16 Trans TV Kamis, 20 Agustus 2026. Rombongan yang dipimpin langsung Ketua Srikandi Fajar Berkah, Solida Sari, mengikuti program dan kajian agama Islam Itu Indah yang menghadirkan tausiyah keislaman.

Langkah tersebut menjadi warna berbeda dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia. Di tengah hiruk-pikuk berbagai kegiatan kemerdekaan, Srikandi Fajar Berkah memilih menyisipkan pesan religius: bahwa semangat kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada perayaan, tetapi juga diwujudkan melalui pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan penguatan nilai keagamaan.

«“Ini merupakan bagian dari cara Srikandi Fajar Berkah dalam mengisi sekaligus memaknai HUT RI ke-81. Kita bukan hanya disibukkan dengan berbagai rangkaian kegiatan dan perlombaan, tetapi juga harus menyiapkan bekal untuk kehidupan di akhirat,” tegas Solida Sari saat dikonfirmasi Kabar Negeri Plus.»

Menurut Solida, aktivitas organisasi yang selama ini mereka jalankan tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial. Srikandi Fajar Berkah juga terus mendorong berbagai agenda yang berkaitan dengan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan perempuan, kebersamaan sosial, serta kegiatan keagamaan.

Karena itu, kehadiran mereka di Studio 16 Trans TV,bukan sekadar perjalanan atau kunjungan biasa. Bagi rombongan tersebut, kegiatan itu menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan sekaligus memperdalam pemahaman keislaman melalui kajian yang disaksikan masyarakat luas.

Dari Lampung, Menembus Ruang Kajian Nasional

Ada satu hal yang membuat perjalanan rombongan ini memiliki makna tersendiri. Para anggota Srikandi Fajar Berkah yang ikut dalam kegiatan tersebut tercatat sebagai jamaah pengajian tetap di Masjid Besar Al Bakrie, Lampung.

Dari lingkungan pengajian itulah jembatan kegiatan keagamaan mereka terus terbangun. Kajian-kajian Islam yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas jamaah kemudian diperluas melalui kesempatan mengikuti program keagamaan di televisi nasional.

Bagi Solida, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa organisasi perempuan tidak harus terjebak dalam rutinitas kegiatan internal. Perempuan juga dapat membangun jejaring, memperluas pengetahuan, memperkuat spiritualitas, sekaligus membawa nama komunitas dari daerah ke ruang publik yang lebih luas.

“Jangan sampai kemerdekaan hanya kita maknai dengan lomba dan kegembiraan sesaat. Kemerdekaan juga harus diisi dengan sesuatu yang memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, dan tentu saja menjadi bekal untuk kehidupan kita kelak,” ujarnya.

Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Spiritual

Srikandi Fajar Berkah sebelumnya telah mengagendakan sejumlah program yang menyentuh sektor ekonomi kerakyatan dan pemberdayaan masyarakat. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi untuk memastikan keberadaan mereka tidak sekadar terlihat dalam kegiatan seremonial.

Bagi mereka, pemberdayaan ekonomi dan pembinaan spiritual bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya justru dinilai dapat berjalan beriringan.

Perempuan didorong agar memiliki kemampuan ekonomi, aktif dalam kegiatan sosial, tetapi tetap memiliki fondasi moral dan keagamaan yang kuat.

Inilah yang kemudian menjadi pesan utama dari perjalanan mereka ke Studio 16 Trans TV.

Kemerdekaan, dalam perspektif Srikandi Fajar Berkah, bukan hanya tentang bebas dari penjajahan. Kemerdekaan juga berarti kemampuan masyarakat untuk membangun dirinya, meningkatkan kesejahteraan, menjaga persatuan, memperkuat kepedulian, serta memiliki kebebasan untuk mendalami nilai-nilai agama.

Bukan Sekadar Eksistensi

Kehadiran Srikandi Fajar Berkah di studio televisi nasional juga memperlihatkan bagaimana sebuah komunitas daerah berupaya menjaga eksistensinya melalui kegiatan yang memiliki nilai.

Eksistensi tidak sekadar ditunjukkan dengan seberapa sering sebuah organisasi tampil di ruang publik. Lebih jauh, eksistensi diuji melalui apa yang dilakukan, apa yang diperjuangkan, dan manfaat apa yang diberikan kepada masyarakat.

Srikandi Fajar Berkah mencoba mengambil ruang tersebut.

Dari kegiatan ekonomi kerakyatan, aktivitas sosial, rangkaian peringatan HUT RI ke-81, hingga kajian keagamaan, semuanya diarahkan menjadi bagian dari perjalanan organisasi dalam membangun perempuan yang aktif, produktif, peduli dan memiliki landasan spiritual.

Bagi Solida Sari, momentum kemerdekaan tahun ini menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup tidak berhenti pada pencapaian duniawi.

Ada kehidupan lain yang harus dipersiapkan.

“Selain kita selalu disibukkan oleh beragam jenis rangkaian kegiatan lomba, Srikandi Fajar Berkah juga menyiapkan bekal kelak di akhirat,” katanya.

Kalimat tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa merah putih yang berkibar bukan hanya simbol kemerdekaan bangsa, tetapi juga pengingat agar setiap generasi mengisi kemerdekaan dengan karya, kepedulian, persaudaraan dan nilai-nilai kebaikan.

Dari Lampung menuju ruang kajian di Studio 16 Trans TV Srikandi Fajar Berkah membawa satu pesan sederhana namun tajam: kemerdekaan bukan sekadar dirayakan, tetapi harus diisi—dengan karya untuk dunia dan bekal untuk akhirat.

Kabar Negeri Plus — Tajam Mengungkap, Berimbang Memberitakan.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *