Bukan Sekadar Cetak Dokter Hewan! UM Metro Buka Prodi Kedokteran Hewan Pertama di Sumbagsel, Taruhan Baru Hadapi Zoonosis hingga Krisis Pangan

METRO | Kabar Negeri Plus – Lampung kini punya medan baru dalam dunia pendidikan tinggi. Universitas Muhammadiyah (UM) Metro resmi membuka Program Studi (Prodi) Kedokteran Hewan, sekaligus mencatat sejarah sebagai program studi kedokteran hewan pertama di lingkungan LLDIKTI Wilayah II/Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).

Ini bukan sekadar penambahan satu program studi di tengah persaingan perguruan tinggi. Kehadiran Prodi Kedokteran Hewan UM Metro membawa pertaruhan lebih besar: sejauh mana pendidikan tinggi mampu menjawab persoalan peternakan, keamanan pangan asal hewan, hingga ancaman penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Apresiasi pun datang dari Pemerintah Provinsi Lampung.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menilai pembukaan Prodi Kedokteran Hewan UM Metro memiliki posisi strategis bagi pembangunan daerah. Sebab, kebutuhan terhadap sumber daya manusia di bidang kesehatan hewan tidak hanya berkaitan dengan dunia peternakan, tetapi juga menyentuh langsung persoalan kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan.

«“Pemerintah Provinsi Lampung berharap program studi menjadi pusat pendidikan dan juga penelitian dan inovasi yang unggul untuk menghasilkan dokter-dokter hewan yang profesional dan berintegritas, juga adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan,” kata Jihan.»

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Prodi Kedokteran Hewan UM Metro diharapkan tidak berhenti sebagai ruang kuliah dan pencetak ijazah.

Tantangannya jauh lebih besar: kampus dituntut melahirkan tenaga profesional yang mampu bekerja di tengah persoalan nyata di lapangan.

Mulai dari penguatan sektor peternakan, pengawasan kesehatan hewan, keamanan pangan asal hewan, sampai pengendalian penyakit zoonosis yang memiliki dampak langsung terhadap manusia.

Bagi Lampung yang memiliki sektor peternakan dan pangan asal hewan yang terus berkembang, kebutuhan terhadap tenaga ahli di bidang kesehatan hewan menjadi bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia.

Karena itu, keberadaan program studi tersebut sekaligus membuka ruang baru bagi riset, inovasi, dan pengembangan teknologi di bidang kedokteran hewan.

Jihan berharap UM Metro tidak berhenti pada pencapaian pembukaan prodi baru tersebut. Ia mendorong kampus tersebut terus meningkatkan kualitas hingga mampu menjadi salah satu perguruan tinggi terbaik di Lampung.

«“Hari ini jadikan kampus ini jadi kampus terbaik di Lampung yang bisa menarik, memotivasi para masyarakat, para anak-anak muda kita untuk bisa melanjutkan di pendidikan tinggi,” ujarnya.»

Menurut Jihan, kualitas perguruan tinggi menjadi salah satu pertimbangan penting masyarakat ketika menentukan pilihan pendidikan bagi generasi muda.

Namun, predikat sebagai prodi kedokteran hewan pertama di Sumbagsel bukanlah garis finis. Justru di situlah ujian sebenarnya dimulai.

UM Metro kini memiliki pekerjaan besar untuk membuktikan bahwa kehadiran Prodi Kedokteran Hewan bukan hanya menjadi catatan sejarah di lingkungan LLDIKTI Wilayah II, tetapi benar-benar mampu melahirkan dokter hewan berkualitas, memperkuat riset, menjawab kebutuhan masyarakat, serta memberikan kontribusi nyata bagi sektor peternakan dan kesehatan masyarakat.

Sebab, ketika kesehatan hewan bersinggungan dengan keamanan pangan dan kesehatan manusia, dokter hewan bukan lagi sekadar profesi—tetapi bagian dari benteng ketahanan kesehatan dan pangan daerah.

(Dok.KN +/Admin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *