Kesejahteraan Pekerja Jadi Prioritas, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Buka Musda–Muscab Exco Partai Buruh Lampung

Bandar Lampung – Kabar Negeri Plus. Kesejahteraan pekerja menjadi salah satu pesan utama yang disampaikan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab) Exco Partai Buruh Provinsi Lampung yang digelar di Aston Lampung City Hotel pada Minggu siang sekitar pukul 15.30 WIB.

Pembukaan Musda dan Muscab tersebut ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan organisasi. Prosesi pembukaan dilakukan oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang didampingi Sekretaris Jenderal Partai Buruh Pusat, Ferli Nurjali, serta Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Lampung, Sulaiman Ibrahim.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah unsur penting dalam sistem demokrasi dan kelembagaan negara, antara lain perwakilan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Provinsi Lampung, Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Provinsi Lampung, jajaran Komando Resort Militer setempat, serta perwakilan berbagai partai politik di Lampung.

Dalam pidatonya, gubernur menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh dilepaskan dari perhatian terhadap kondisi para pekerja. Menurutnya, kesejahteraan buruh bukan hanya soal besaran upah, tetapi mencakup berbagai aspek yang lebih luas dalam sistem ketenagakerjaan.

Ia menjelaskan bahwa pekerja membutuhkan kepastian kerja, perlindungan hukum, jaminan sosial, serta keselamatan dalam bekerja. Selain itu, peningkatan keterampilan dan kompetensi juga menjadi faktor penting agar pekerja mampu beradaptasi dengan perkembangan industri dan ekonomi yang terus berubah.

“Kesejahteraan pekerja tidak hanya bicara soal pendapatan. Yang tidak kalah penting adalah perlindungan terhadap pekerjaan, jaminan sosial, keselamatan kerja, serta kesempatan meningkatkan keterampilan,” ujar Rahmat Mirzani Djausal.

Menurutnya, pekerja yang sejahtera akan memberikan dampak langsung terhadap stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ketika pekerja memiliki kepastian dan perlindungan, produktivitas akan meningkat dan pembangunan dapat berjalan lebih kuat.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menegaskan bahwa kehadiran Partai Buruh memiliki peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan pekerja serta mendorong lahirnya kebijakan publik yang berpihak kepada buruh. Ia juga menyinggung pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah daerah dan berbagai elemen pekerja, menurutnya, komunikasi tersebut selama ini telah terjalin dengan baik, termasuk dengan Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Lampung, Sulaiman Ibrahim, yang dikenal sebagai pejuang kelas buruh dan telah lama aktif memperjuangkan hak-hak pekerja di Lampung.

Selain isu ketenagakerjaan, gubernur juga menyoroti potensi ekonomi besar yang dimiliki Lampung. Ia menyebut provinsi ini sebagai salah satu penghasil komoditas penting di Indonesia dengan potensi besar untuk dikembangkan melalui sektor industri dan pengolahan.

Menurutnya, perkembangan sektor industri di Lampung dapat membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat. Sejumlah sektor industri, termasuk industri gula dan berbagai industri pengolahan lainnya, saat ini telah menyerap ribuan tenaga kerja di daerah tersebut.

Karena itu, penguatan representasi pekerja melalui organisasi politik maupun serikat buruh dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi benar-benar berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan tenaga kerja.

Pemerintah Provinsi Lampung juga berharap penguatan struktur organisasi Partai Buruh melalui forum Musda dan Muscab ini dapat mendorong lahirnya kebijakan yang memperkuat standar Kebutuhan Hidup Layak serta memastikan sistem pengupahan yang lebih adil di berbagai sektor.

“Dengan hadirnya Partai Buruh, kami berharap perjuangan untuk standar hidup yang layak-terutama upah yang adil bagi pekerja di Lampung-akan terus bergerak maju,” pungkasnya.

Musda dan Muscab Exco Partai Buruh Lampung tersebut kini dipandang sebagai momentum penting konsolidasi organisasi sekaligus penguatan advokasi kebijakan ketenagakerjaan di daerah.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak akan berjalan tanpa kontribusi para pekerja. Ia menutup sambutannya dengan pesan bahwa kesejahteraan buruh merupakan fondasi kekuatan masyarakat.

“Pekerja adalah fondasi pembangunan. Ketika pekerja sejahtera, keluarga akan sejahtera, masyarakat menjadi kuat, dan pada akhirnya Lampung juga akan menjadi daerah yang kuat,” tegasnya.

Pidato kemudian ditutup dengan pantun yang disampaikan gubernur:

“Ke pasar membeli kopi,
ngopi robusta harum aromanya.
Buruh bekerja dengan sepenuh hati,
mari lindungi segala haknya.”

Usai menyampaikan pantun tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyatakan, “Musyawarah Daerah dan Musyawarah Cabang Exco Partai Buruh Provinsi Lampung secara resmi saya buka.”

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata kepada gubernur dan jajaran pimpinan Partai Buruh serta sesi foto bersama seluruh peserta Musda dan Muscab Exco Partai Buruh Provinsi Lampung.

(Dok. KN+ Zea Safitri)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *