
Lurah Pematang Wangi Ansori Takziah dan Salatkan Warga RT 16
KABAR NEGERI PLUS, BANDAR LAMPUNG — Kepedulian seorang pemimpin tidak hanya terlihat saat berada di tengah kegiatan pemerintahan, tetapi juga ketika hadir mendampingi warganya dalam suasana duka.
Hal itulah yang ditunjukkan Lurah Pematang Wangi, Kecamatan Tanjung Senang, Ansori, saat melayat dan ikut menyolatkan jenazah Purnomo, warga RT 16 yang meninggal dunia.
Kehadiran Ansori di tengah keluarga yang berduka pada Selasa (13/10/2026) menjadi wujud kepedulian sosial sekaligus kebersamaan antara aparatur kelurahan dan masyarakat.
Almarhum Purnomo mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) sekitar pukul 22.00 WIB. Jenazah kemudian dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanjung Senang, Bandar Lampung.
Sejak pagi, Ansori terlihat berada di tengah keluarga almarhum. Ia tidak sekadar datang untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga ikut melaksanakan salat jenazah bersama warga sebagai bagian dari penghormatan terakhir kepada almarhum.
“Kehadiran kami ini bukan hanya sebagai pamong atau aparatur kelurahan, tetapi juga sebagai kewajiban sesama umat Muslim untuk ikut menyolatkan dan mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir,” ujar Ansori di sela-sela prosesi pemakaman.
Hadir bukan sekadar sebagai pejabat
Bagi masyarakat, kehadiran seorang lurah dalam suasana duka memiliki makna tersendiri.
Di tengah kehilangan yang dirasakan keluarga, perhatian dan kebersamaan menjadi bentuk dukungan moral yang berarti.
Kehadiran Ansori mendapat apresiasi dari warga dan keluarga almarhum. Ia dinilai dekat dengan masyarakat serta bersedia hadir dalam berbagai situasi, termasuk ketika warganya menghadapi musibah.
Momentum tersebut sekaligus mengingatkan bahwa tugas seorang pamong tidak hanya berkaitan dengan pelayanan administrasi dan urusan pemerintahan.
Kehadiran sosial, empati, serta kepedulian terhadap warga juga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
Doa mengiringi kepergian almarhum
Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman.
Keluarga, kerabat, dan warga RT 16 Kelurahan Pematang Wangi bersama-sama mengantarkan almarhum Purnomo menuju tempat peristirahatan terakhir.
Doa pun dipanjatkan agar Allah SWT mengampuni segala dosa almarhum, menerima amal ibadahnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
Keluarga yang ditinggalkan juga diharapkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Kehadiran lurah bersama masyarakat di tengah suasana duka menjadi pengingat bahwa nilai kepemimpinan tidak semata-mata diukur dari jabatan, tetapi juga dari kepedulian dan kesediaan untuk hadir ketika warga membutuhkan dukungan.
(Dok. KN+ PWDPI)

