
Niat Beramal Tak Lagi Terhalang Kesibukan, Mushola Al Ikhlas Tirtayasa Indah Buka Donasi Lewat QRIS
BANDAR LAMPUNG — KABAR NEGERI PLUS — Niat beramal terkadang bukan tidak ada. Keinginan membantu justru sudah muncul, tetapi kesibukan, pekerjaan, dan padatnya aktivitas membuat langkah menuju rumah ibadah akhirnya tertunda.
Melihat kondisi tersebut, Mushola Al Ikhlas di Perumahan Tirtayasa Indah RT 08, Lingkungan I, mengambil langkah yang cukup berbeda. Pengurus mushola tidak menunggu warga datang membawa donasi, tetapi justru menghadirkan QRIS sebagai jalur digital untuk beramal.
Sederhana, tetapi gagasan ini menyentuh persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat: bagaimana mempertahankan niat baik ketika waktu untuk datang langsung ke mushola semakin terbatas.
Rochman, salah satu pengurus Mushola Al Ikhlas, mengatakan bahwa beramal tidak harus selalu dilakukan dengan datang secara langsung ke mushola. Menurutnya, perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat yang ingin berkontribusi.
«“Beramal itu tidak harus datang ke mushola, tetapi kini dapat lebih dipermudah melalui sistem pembayaran digital atau QRIS yang telah disiapkan oleh jajaran pengurus mushola,” ujar Rochman saat berbincang dengan Direktur Media Kabar Negeri Plus, Dangs Yuli Fransyah, yang juga merupakan salah satu warga Perumahan Tirtayasa Indah.»
Rochman mengakui, penggunaan QRIS untuk donasi mungkin terdengar tidak biasa bagi sebagian masyarakat. Namun, menurutnya, gagasan tersebut lahir dari kebutuhan nyata warga.
Masih ada masyarakat yang memiliki keinginan untuk bersedekah atau membantu kegiatan mushola, tetapi terkendala pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.
“Masih banyak warga masyarakat yang ingin sekali atau telah mempunyai niat untuk beramal, akan tetapi terkendala dengan sibuknya dan padatnya aktivitas masyarakat sehingga membuat batal untuk beramal,” ungkapnya.
Bukan Sekadar QRIS, Tetapi Memotong Jarak antara Niat dan Amal
Di sinilah konsep yang dibangun pengurus Mushola Al Ikhlas menjadi menarik.
QRIS bukan sekadar alat pembayaran digital. Bagi pengurus, fasilitas tersebut menjadi sarana untuk memotong jarak antara niat seseorang dengan amal yang ingin dilakukan.
Warga yang tidak sempat mampir ke mushola tetap memiliki ruang untuk berkontribusi terhadap kegiatan dan kebutuhan rumah ibadah.
Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak hanya digunakan untuk aktivitas ekonomi, tetapi juga dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat.
Struktur Kepengurusan Lengkap, Aktivitas Keagamaan Terus Hidup
Di balik inovasi donasi digital tersebut, Mushola Al Ikhlas juga memiliki struktur kepengurusan yang cukup lengkap.
Pengelolaan mushola mencakup berbagai bidang, mulai dari seksi hubungan kemasyarakatan hingga rukun kematian. Struktur tersebut memperlihatkan bahwa keberadaan Mushola Al Ikhlas tidak hanya berkaitan dengan kegiatan ibadah, tetapi juga memiliki fungsi sosial di tengah kehidupan warga.
Aktivitas keagamaan pun terus dijaga. Salah satunya melalui pengajian rutin mingguan ibu-ibu yang menjadi bagian dari upaya memakmurkan mushola sekaligus mempererat hubungan antarwarga.
Ketika Teknologi Bertemu dengan Semangat Gotong Royong
Langkah pengurus Mushola Al Ikhlas memperlihatkan satu hal penting: tradisi gotong royong tidak harus berhenti ketika pola kehidupan masyarakat berubah.
Dulu, warga mungkin datang langsung membawa sumbangan. Kini, ketika waktu semakin terbatas dan aktivitas semakin padat, teknologi dapat menjadi jembatan baru untuk mempertahankan semangat tersebut.
Pesannya jelas: jangan sampai kesibukan mematikan niat baik.
Melalui QRIS, pengurus Mushola Al Ikhlas mencoba membuka pintu donasi lebih lebar—agar siapa pun yang memiliki niat untuk membantu tetap dapat mengambil bagian, meski tidak selalu memiliki kesempatan untuk datang langsung ke mushola.
Sebuah langkah sederhana dari sebuah mushola di lingkungan perumahan, tetapi menyimpan gagasan besar: memudahkan orang berbuat baik di tengah kehidupan yang semakin digital.
(Dok.KN+/Admin)

