Datanglah ke Masjid sebagai Jamaah Sebelum Datang sebagai Jenazah

Khutbah Jumat, 14 Agustus 2026
Khutbah Pertama


اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
Jamaah Jumat rahimakumullah,


Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Sebab, sebaik-baik bekal yang kita bawa menghadap Allah bukanlah harta, jabatan, pangkat, rumah, kendaraan, maupun kemewahan dunia, melainkan iman dan ketakwaan.
Allah SWT berfirman:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
(QS. Al-Hasyr: 18)


Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,


Ada sebuah pesan sederhana tetapi sangat dalam:
“Datanglah ke masjid sebagai jamaah, sebelum datang ke masjid sebagai jenazah.”
Kalimat ini bukan untuk menakut-nakuti kita. Kalimat ini adalah sebuah peringatan tentang perjalanan hidup manusia.


Hari ini kita masih mampu berjalan menuju masjid.
Hari ini kaki kita masih mampu melangkah menuju tempat sujud.
Hari ini kita masih bisa mengangkat tangan untuk berdoa.
Hari ini kita masih bisa mengucapkan Allahu Akbar.


Tetapi suatu saat nanti, akan tiba waktunya ketika orang lain yang membawa tubuh kita menuju masjid.
Kita tidak lagi berjalan.
Kita tidak lagi berbicara.


Kita tidak lagi bisa memperbaiki amal.
Kita tidak lagi bisa meminta tambahan waktu.
Saat itulah kita datang ke masjid bukan sebagai jamaah yang melaksanakan salat, tetapi sebagai jenazah yang disalatkan.


Jamaah rahimakumullah,


Kematian bukan persoalan apakah kita siap atau tidak.
Kematian adalah ketetapan Allah.
Allah SWT berfirman:


كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ
“Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.”
(QS. Ali Imran: 185)


Tidak ada manusia yang dapat menghindarinya.
Yang berbeda hanyalah bekal apa yang kita bawa ketika kematian itu datang.
Karena itu, jangan tunggu tua untuk mendekat kepada Allah.
Jangan menunggu sakit untuk rajin beribadah.


Jangan menunggu mendapat musibah untuk mengingat Allah.
Jangan menunggu hati hancur untuk bersujud.
Dan jangan menunggu tubuh sudah dibungkus kain kafan untuk kembali kepada masjid.


Selagi Allah masih memberikan umur, datanglah ke masjid.
Selagi kaki masih kuat, berjalanlah menuju rumah Allah.
Selagi tubuh masih sehat, gunakan kesehatan untuk beribadah.


Selagi masih ada kesempatan, perbanyaklah salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbaiki hubungan dengan sesama, berbakti kepada orang tua, menjaga keluarga, serta memperbanyak istighfar dan taubat.


Jamaah Jumat yang berbahagia,


Masjid bukan hanya bangunan tempat kita berkumpul.
Masjid adalah tempat hati ditempa.
Di masjid kita belajar bahwa manusia di hadapan Allah tidak dinilai dari jabatan, kekayaan, pakaian, maupun kedudukan sosialnya.
Ketika azan berkumandang, kita dipanggil dengan panggilan yang sama:


حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ
“Marilah menunaikan salat.”


Yang kaya dan yang miskin berdiri dalam satu saf.
Yang memiliki jabatan dan yang tidak memiliki jabatan berdiri dalam satu barisan.
Semua menghadap kiblat.


Semua tunduk kepada Allah.
Karena pada akhirnya, semua manusia akan kembali kepada Allah.
Jamaah rahimakumullah,
Sering kali kita mengatakan, “Nanti saja.”
Nanti kalau sudah tua saya akan lebih rajin ke masjid.


Nanti kalau pekerjaan sudah selesai saya akan memperbanyak ibadah.
Nanti kalau sudah kaya saya akan banyak bersedekah.
Nanti kalau sudah pensiun saya akan lebih dekat dengan Allah.


Padahal kita tidak pernah diberi kepastian bahwa kita akan sampai pada kata “nanti”.
Boleh jadi hari ini adalah kesempatan terakhir kita melihat dunia.
Boleh jadi salat Jumat hari ini adalah Jumat terakhir dalam hidup kita.


Boleh jadi setelah ini kita pulang ke rumah, kemudian Allah memanggil kita.
Maka jangan sia-siakan kesempatan yang masih diberikan Allah.


Jangan hanya sibuk mempersiapkan masa depan di dunia, tetapi lupa mempersiapkan kehidupan setelah kematian.

#Dok. KN+

#by Jakfar Sidik .

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *