
Waktu yang Hilang Tidak Akan Pernah Kembali
Kabar Negeri Plus | Subuh Menguatkan Iman
(Rubrik Dakwah Harian – 22 Juni 2026 | Hari 22 Minggu IV)
Assalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
Kabar Negeri Plus mengajak kita memasuki Minggu Keempat sekaligus pekan terakhir perjalanan dakwah bulan Juni 2026.
Jika pada minggu-minggu sebelumnya kita belajar tentang perubahan diri, kedekatan kepada Allah, dan keteguhan menghadapi ujian, maka mulai hari ini kita akan merenungkan sesuatu yang dimiliki setiap manusia, tetapi sering disia-siakan.
Yaitu waktu.
Setiap hari manusia diberikan waktu yang sama.
Dua puluh empat jam.
Tidak ada yang mendapat lebih banyak.
Tidak ada yang mendapat lebih sedikit.
Namun yang membedakan manusia adalah bagaimana ia menggunakan waktu yang diberikan Allah.
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā.
Banyak hal dalam hidup yang masih bisa kembali.
Harta yang hilang bisa dicari lagi.
Jabatan yang lepas bisa diraih kembali.
Kesempatan yang gagal terkadang masih dapat diulang.
Tetapi waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.
Dalil
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.”
(QS Al-‘Ashr [103]: 1–3)
Inti Pesan
Allah membuka surah ini dengan sumpah atas nama waktu.
Ini menunjukkan bahwa waktu memiliki nilai yang sangat besar.
Namun ironisnya, banyak manusia baru menyadari nilai waktu setelah waktu itu hilang.
Ketika masih muda, seseorang merasa hidup masih panjang.
Ketika masih sehat, seseorang merasa masih banyak kesempatan.
Ketika masih memiliki waktu luang, seseorang merasa tidak perlu terburu-buru melakukan kebaikan.
Lalu hari demi hari berlalu.
Tahun demi tahun berlalu.
Tanpa terasa umur terus berkurang.
Setiap pagi yang datang sesungguhnya bukan hanya menambah usia.
Tetapi juga mengurangi sisa waktu hidup kita di dunia.
Karena itu para ulama sering mengingatkan bahwa waktu adalah modal kehidupan.
Jika modal itu habis, maka kesempatan beramal juga berakhir.
Banyak orang menyesal bukan karena kekurangan harta.
Bukan karena kehilangan jabatan.
Tetapi karena waktu yang telah disia-siakan.
Waktu untuk beribadah.
Waktu untuk berbakti kepada orang tua.
Waktu untuk memperbaiki diri.
Waktu untuk membaca Al-Qur’an.
Waktu untuk berbuat baik kepada sesama.
Semua itu sering dianggap bisa dilakukan nanti.
Padahal tidak ada seorang pun yang mengetahui berapa banyak waktu yang masih tersisa.
Hari ini mungkin kita masih diberi kesempatan untuk bangun pagi.
Masih diberi kesehatan.
Masih diberi kesempatan memperbaiki kesalahan.
Maka jangan menunggu esok untuk melakukan kebaikan yang bisa dilakukan hari ini.
Karena waktu yang telah pergi tidak akan pernah kembali.
Dan setiap detik yang berlalu adalah bagian dari umur yang sedang berkurang.
Kunci
Orang yang paling kaya bukanlah yang memiliki banyak harta, tetapi yang mampu menggunakan waktunya untuk sesuatu yang bernilai di dunia dan akhirat.
Baca Juga:
Allah Tidak Pernah Membebani di Luar Kemampuan Hamba-Nya
Aksi Hari Ini
Evaluasi penggunaan waktu setiap hari
Perhatikan ke mana waktu paling banyak dihabiskan.
Kurangi hal-hal yang tidak bermanfaat
Agar lebih banyak waktu digunakan untuk kebaikan.
Luangkan waktu membaca Al-Qur’an
Meski hanya beberapa ayat setiap hari.
Perbaiki ibadah yang selama ini sering ditunda
Karena kesempatan belum tentu selalu ada.
Lakukan satu amal baik hari ini
Jangan menunggu waktu yang dianggap lebih tepat.
Banyak orang berpikir bahwa mereka membutuhkan lebih banyak waktu. Padahal yang sering dibutuhkan bukan tambahan waktu, melainkan penggunaan waktu yang lebih baik. Karena keberkahan hidup tidak selalu terletak pada panjangnya usia, tetapi pada bagaimana usia itu digunakan untuk mendekat kepada Allah.
Penutup
Jika hari ini Allah masih membangunkan kita,
itu adalah kesempatan.
Jika hari ini Allah masih memberi kesehatan,
itu adalah kesempatan.
Jika hari ini Allah masih memberi umur,
itu adalah kesempatan.
Jangan sia-siakan kesempatan itu.
Karena waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.
Dan suatu hari nanti,
yang akan kita sesali bukanlah sedikitnya waktu yang diberikan Allah.
Melainkan banyaknya waktu yang pernah kita sia-siakan.
Maka gunakan hari ini sebaik mungkin.
Gunakan untuk beramal.
Gunakan untuk memperbaiki diri.
Gunakan untuk mendekat kepada Allah.
Sebelum waktu yang tersisa benar-benar habis.
Wallahu a‘lam bish-shawab.
Wassalāmu‘alaikum warahmatullāhi wabarakātuh.
(Dok. KN+ Zea Safitri)

