Rp1,07 Miliar Digelontorkan untuk Warga Rentan! Bupati Tanggamus Pastikan 562 Penerima Bantuan ATENSI Dapat Dukungan Nyata dari Negara.

TANGGAMUS | Kabar Negeri Plus — Komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan kembali dibuktikan.

Sebanyak 562 warga rentan di Kabupaten Tanggamus menerima bantuan sosial melalui Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial RI dengan total nilai mencapai Rp1,07 miliar.

Bantuan tersebut secara resmi dilaunching oleh Bupati Tanggamus, Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., di Aula Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus, Selasa (9/6/2026).

Peluncuran program ini bukan sekadar seremoni penyaluran bantuan, melainkan menjadi simbol nyata kehadiran pemerintah dalam menjangkau masyarakat yang selama ini berada pada kelompok paling rentan, mulai dari anak-anak, penyandang disabilitas, lanjut usia, hingga korban penyalahgunaan NAPZA.

Di hadapan para penerima manfaat, pendamping sosial, camat, lurah, kepala pekon, dan jajaran Dinas Sosial, Bupati Saleh Asnawi menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur yang berdiri megah, tetapi juga dari sejauh mana negara mampu memberikan perlindungan dan harapan bagi warganya yang membutuhkan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tanggamus, saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Sosial RI melalui Sentra Terpadu Inten Soeweno yang telah menunjukkan kepedulian besar kepada masyarakat Tanggamus, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial,” ujar Bupati.

Menurutnya, bantuan ATENSI merupakan bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat agar mampu hidup lebih mandiri dan sejahtera.

Data yang disampaikan menunjukkan bahwa bantuan senilai Rp1.073.507.345 tersebut menjangkau penerima manfaat di seluruh 20 kecamatan di Kabupaten Tanggamus.

Berbagai jenis bantuan diberikan sesuai kebutuhan penerima, mulai dari 481 unit perlengkapan kamar, 29 paket perlengkapan dapur, alat bantu dengar, kursi roda standar dan kursi roda 3 in 1, hingga bantuan modal usaha produktif bagi masyarakat yang telah memiliki usaha rintisan.

Bantuan modal usaha menjadi salah satu program yang mendapat perhatian khusus karena diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi keluarga. Dengan nilai bantuan berkisar antara Rp5 juta hingga Rp6 juta per penerima, bantuan diberikan dalam bentuk barang dan peralatan usaha yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus, Hardasyah, menjelaskan bahwa proses penetapan penerima dilakukan melalui tahapan verifikasi yang ketat oleh Kementerian Sosial RI.

“Usulan yang masuk sebenarnya jauh lebih banyak. Namun setelah melalui proses verifikasi dan validasi dari Kemensos, ditetapkan sebanyak 562 penerima manfaat yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Tanggamus,” jelasnya.

Penyaluran bantuan dilakukan di lima titik strategis, yakni Aula Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus, Rumah Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Aula Kecamatan Sumberejo, Balai Pekon Balak, dan LKS Alamanda, guna memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tepat sasaran.
Lebih jauh, Hardasyah juga mengungkapkan bahwa keberhasilan berbagai program sosial di Tanggamus tidak terlepas dari kerja keras puluhan pendamping sosial yang setiap hari turun langsung ke masyarakat.

Saat ini, Dinas Sosial Kabupaten Tanggamus didukung oleh 87 pendamping sosial PPPK penuh waktu dan 20 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) yang tersebar di seluruh wilayah.

Mereka tidak hanya mengawal penyaluran bantuan ATENSI, tetapi juga mendampingi puluhan ribu penerima manfaat program sosial lainnya, termasuk 43.647 keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH) serta sekitar 67 ribu penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Tanggamus.

Peluncuran bantuan ATENSI senilai Rp1,07 miliar ini menjadi bukti bahwa perhatian pemerintah terhadap kelompok rentan terus diperkuat.

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, bantuan tersebut diharapkan tidak hanya meringankan beban hidup penerima manfaat, tetapi juga menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan bermartabat.

Bagi ratusan warga penerima manfaat di Tanggamus, bantuan ini bukan sekadar angka miliaran rupiah.

Di balik setiap kursi roda, alat bantu dengar, perlengkapan rumah tangga, hingga modal usaha yang disalurkan, tersimpan harapan baru bahwa negara tidak pernah menutup mata terhadap mereka yang membutuhkan uluran tangan.

(Dok.KN +/TGS/Akmaludin)

 

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *