
WASPADA PENYAKIT MISTERIUS PADA ANAK!” — Kawasaki Mulai Jadi Sorotan di Indonesia, Pasien Asal Lampung Dikabarkan Dapat Pendampingan Jamkeswatch.
Kabar Negeri Plus | Bandar Lampung — Masyarakat kembali dibuat waspada setelah munculnya laporan mengenai penyakit langka pada anak yang dikenal dengan nama Penyakit Kawasaki. Penyakit yang menyerang pembuluh darah dan banyak menyerang anak usia balita ini mulai menjadi perhatian serius di Indonesia, termasuk di Provinsi Lampung.
Belum lama ini, seorang pasien anak asal Lampung dikabarkan menjalani penanganan intensif setelah diduga mengalami gejala Kawasaki.
Dalam proses pengobatan tersebut, keluarga pasien turut mendapat pendampingan dari Jamkeswatch Kota Bandar Lampung guna membantu proses pelayanan kesehatan dan akses pengobatan.
Penyakit Kawasaki sendiri bukan penyakit baru di dunia medis, namun dalam beberapa tahun terakhir kasusnya mulai sering diperbincangkan karena menyerang anak-anak secara tiba-tiba dengan gejala yang kerap mirip demam biasa.
Kondisi ini membuat banyak orang tua terlambat menyadari bahayanya.
Gejala awal Kawasaki biasanya ditandai dengan demam tinggi berkepanjangan selama lebih dari lima hari, mata merah tanpa kotoran, bibir pecah-pecah, lidah memerah seperti stroberi, ruam pada kulit, hingga pembengkakan pada tangan dan kaki. Jika tidak ditangani cepat, penyakit ini dapat memicu komplikasi serius pada jantung anak.
Tenaga medis menyebut penyakit ini terjadi akibat peradangan pada pembuluh darah di seluruh tubuh.
Hingga kini, penyebab pastinya masih belum diketahui secara pasti, namun para ahli menduga ada kaitan dengan gangguan sistem imun dan infeksi tertentu.
Kasus yang menimpa pasien asal Lampung tersebut memunculkan perhatian masyarakat karena kondisi anak sempat mengalami demam tinggi berkepanjangan sebelum akhirnya dirujuk untuk penanganan lebih lanjut.
Kehadiran Jamkeswatch Kota Bandar Lampung dinilai membantu keluarga pasien dalam mengawal hak pelayanan kesehatan agar pasien mendapatkan penanganan maksimal.
Ketua Jamkeswatch Kota Bandar Lampung, Muhamad Syalahudin, menegaskan bahwa pasien yang terindikasi atau terkena Penyakit Kawasaki wajib mendapatkan perhatian serius dari seluruh pihak, terutama tenaga kesehatan dan pemerintah.
Menurutnya, penyakit yang menyerang anak-anak ini tidak boleh dianggap sepele karena dapat berdampak fatal apabila terlambat ditangani.
“Pasien yang tertimpa penyakit Kawasaki wajib mendapatkan perhatian serius dalam penanganannya, apalagi anak-anak yang terindikasi penyakit tersebut.
Jangan sampai ada keterlambatan pelayanan karena ini menyangkut keselamatan anak,” tegas Muhamad Syalahudin.
Ia juga meminta agar rumah sakit dan fasilitas kesehatan dapat bergerak cepat ketika menemukan gejala yang mengarah pada Kawasaki, sehingga pasien bisa segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis secara maksimal.
Fenomena meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit anak juga terjadi di berbagai daerah Indonesia. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah penyakit infeksi anak seperti campak mengalami peningkatan kasus di beberapa wilayah, sehingga masyarakat diminta lebih peduli terhadap kondisi kesehatan anak sejak dini.
Masyarakat kini diimbau segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila mengalami demam tinggi berkepanjangan disertai ruam kulit, mata merah, bibir pecah, atau pembengkakan tubuh.
Langkah cepat dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap berbagai penyakit anak, banyak pihak berharap pemerintah daerah, tenaga medis, hingga organisasi pendamping kesehatan dapat memperkuat edukasi kepada masyarakat agar penanganan penyakit berbahaya seperti Kawasaki tidak terlambat.
“Jangan anggap remeh demam pada anak. Bila berlangsung lama dan muncul gejala tidak biasa, segera periksa ke dokter,” menjadi pesan penting yang kini terus digaungkan para tenaga kesehatan.
(Dok.KN +/Admin)

