
SMP Favorit Diserbu, Orang Tua Was-Was Tak Kebagian Kursi!” — DPRD Bandar Lampung Soroti Ketimpangan SPMB 2026.
DPRD Kota Bandar Lampung mulai menyoroti membludaknya pendaftar di sejumlah SMP Negeri favorit di Kota Bandar Lampung pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Fenomena tahunan ini kembali memicu kekhawatiran masyarakat lantaran ribuan calon siswa diperkirakan bakal berebut kursi di sekolah-sekolah unggulan yang dianggap strategis dan memiliki fasilitas lebih baik.
Kabar Negeri Plus | Bandar Lampung — Lonjakan pendaftar diprediksi kembali terjadi di sejumlah sekolah favorit seperti SMP Negeri 14 Bandar Lampung di kawasan Kemiling dan SMP Negeri 29 Bandar Lampung di wilayah Way Halim.
Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung yang menilai persoalan pemerataan pendidikan masih jauh dari kata ideal.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni, menegaskan bahwa sekolah-sekolah negeri tertentu hampir setiap tahun mengalami ledakan peminat hingga melebihi kapasitas yang tersedia.
Persoalan itu bahkan menjadi pembahasan penting dalam rapat hearing bersama Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung.
“Ketika mendaftar di SMPN 14 ternyata tidak diterima karena penuh, akhirnya masyarakat harus mencari sekolah lain yang jaraknya jauh dari rumah,” ujar Asroni dalam hearing tersebut.
Menurutnya, tingginya angka pendaftar dipicu oleh kepadatan penduduk di sejumlah wilayah seperti Kemiling, Way Halim, hingga Tanjung Senang. Mayoritas orang tua memilih sekolah yang paling dekat dengan domisili demi efisiensi biaya dan keamanan anak.
Namun di sisi lain, keterbatasan daya tampung membuat banyak calon peserta didik terpaksa tersingkir dari sekolah tujuan mereka. Akibatnya, tidak sedikit siswa yang harus mencari sekolah alternatif dengan akses lebih jauh dan fasilitas yang dinilai belum merata.
Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung pun mendesak pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan agar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi ketimpangan jumlah siswa antar sekolah negeri.
Pemerataan fasilitas pendidikan dinilai menjadi solusi mendesak agar tidak terjadi penumpukan pendaftar hanya di sekolah-sekolah tertentu.
Dalam rapat hearing tersebut juga terungkap bahwa jumlah lulusan SD di Bandar Lampung tahun 2026 mencapai sekitar 14.560 siswa.
Ribuan calon peserta didik itu dipastikan akan bersaing ketat dalam proses penerimaan SMP Negeri yang diperkirakan kembali memanas tahun ini.
DPRD meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandar Lampung melakukan evaluasi serius terhadap distribusi sekolah, kualitas fasilitas, hingga kapasitas ruang belajar agar pelaksanaan SPMB 2026 berjalan lebih adil dan merata.
Jika persoalan ini terus dibiarkan tanpa solusi nyata, kekhawatiran publik terhadap “penumpukan sekolah favorit” diprediksi akan terus menjadi polemik tahunan di Kota Bandar Lampung.
(Dok.KN +/jakfar sidik)

