!!!! BAU BUSUK DAN MENYENGAT MENGEPUNG RAJABASA!! SAMPAH BERSERAKAN DEPAN KANTOR KECAMATAN, WARGA PROTES:”SETIAP HARI LEWAT SINI BAGAIKAN LEWAT TEMPAT PEMBUANGAN KOTA”!

Jalan dia jalur menuju Terminal Induk Rajabasa, kelurahan Rajabasa Induk-yang seharusnya jadi akses penting menuju kantor kecamatan dan kantor Damkar -kini berubah menjadi titik kekesalan warga. Tumpukan sampah yang membusuk, genangan air, serta bau menyengat membuat area ini nyaris tak layak untuk dilintasi.

Dimusim hujan, kondisi semakin brutal. Air yang menggenang bercamput dengan sampah, menimbulkan aroma yang tajam yang menusuk hidung setiap pengendara yang melintas. Warga sekitar mengaku tidak lagi nyaman tinggal di lingkungan yang semestinya dikelola dan diawasi oleh pemerintah.

Berdasarkan Pantauan awak media Kabar Negeri Plus di lapangan:

1.Sampah berserakan diluar TPS, tidak dikelola dengan baik.

2.Bau Busuk yang menyengat hingga ke jalan dua jalur.

3.Potensi Penyebaran penyakit meningkat.

4.Jalan berlubang dan becek memperlarah situasi dan kondisi.

5.Lokasi berada di depan kantor pemerintah.

Warga menyebut pengelolaan sampah ini adalah bagian dari tanggungjawab DINAS LINGKUNGAN HIDUP(KLH) Kota Bandar Lampung. Namun pengangkutan sampah dinilai dilakukan asal asalan. Petugas hanya mengambil sampah yang terbungkus plastik saja, sementara sisanya ditinggalkan dan membusuk ditempat.

“Ini depan kantor Kecamatan. Masa pemandangannya sampah semua?? baunya luar biasa. Kalau begini terus, kita tiap hari lewat TPS raksasa” Keluh warga geram.

Kondisi memprihatinkan ini menampar wajah kota. Rajabasa adalah salah satu pintu masuk menuju kota Bandar Lampung. Namun tampilannya malah menyerupai kawasan kumuh yang tidak terurus.

Media Kabar Negeri Plus selaku Pengontrol sosial yang ada melalui pemberitaan ini, meminta pihak Pemkot Bandar Lampung dapat bergerak dengan cepat dan investigatif. Di mulai dengan Mengevaluasj total kinerja dinas DLH serta Dinas Kebersihan kota. Penangan sampah yang dinilai lamban dan setengah hati seperti ini bukan hanya merusak lingkungan yang asri, akan tetapi juga dapat menurunkan kualitas Hidup warga. Jika persoalan dasar seperti sampah saja tidak beres, sulit berharap untuk terwujudnya motto dan visi Kota Tapis Berseri.

(Dok.KN + Jakarta sidiq)

About The Author

Bagikan Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *