
gemerlap malam maulid di ponpes pptq al husna, khataman 30 juz jadi momen penuh haru
pringsewu, kabar negeri plus — lantunan shalawat dan suasana penuh khidmat mewarnai malam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Tahfiz Al-Qur’an (PPTQ) Al Husna, Bukit Rajawali, Podomoro, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (5/9/2026).
Peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Kegiatan dihadiri para wali santri, tamu undangan, pengasuh pondok pesantren, para kiai dan nyai, serta sejumlah tokoh dari berbagai wilayah.
Momentum Maulid Nabi tidak hanya menjadi ajang mengenang keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai moral, akhlak, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan semangat menuntut ilmu kepada para santri.
Pengasuh Ponpes PPTQ Al Husna Podomoro Pringsewu, Dr. KH. Abdul Hamid, M.Pd.I., Al Hafizh, dalam kesempatan tersebut menyampaikan berbagai pesan dan pelajaran yang diharapkan dapat menjadi bekal bagi para santri dalam menjalani kehidupan.
Pesan tersebut juga ditujukan kepada seluruh tamu undangan agar momentum Maulid Nabi tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan mampu diwujudkan melalui sikap dan perilaku yang mencerminkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana semakin istimewa dengan kehadiran jajaran Pengurus PBNU Kabupaten Pringsewu, para pengasuh pondok pesantren, serta para kiai dan nyai dari sejumlah pondok pesantren di Pringsewu, Kotabumi, dan Lampung Timur.
Kehadiran para ulama dan tokoh pesantren tersebut menambah khidmat malam puncak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes PPTQ Al Husna, Bukit Rajawali, Podomoro.
khataman hafalan al-qur’an 30 juz jadi momen istimewa
Selain peringatan Maulid Nabi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum apresiasi bagi para santri yang telah berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an sebanyak 30 juz.
Pencapaian tersebut mendapat perhatian khusus dari pihak pesantren.
Pengasuh Ponpes PPTQ Al Husna memberikan sejumlah kejutan sebagai bentuk penghargaan dan apresiasi atas perjuangan para santri dalam menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.
Momen tersebut berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Bagi para santri, khataman hafalan 30 juz bukan hanya menjadi pencapaian akademik keagamaan, tetapi juga buah dari proses panjang, kedisiplinan, kesabaran, serta dukungan orang tua dan para pengasuh pesantren.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Ponpes PPTQ Al Husna pun menjadi momentum yang memadukan kecintaan kepada Rasulullah SAW, semangat menjaga Al-Qur’an, serta penghargaan terhadap perjuangan para santri.
Diharapkan kegiatan tersebut dapat terus memperkuat peran pesantren dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berakhlak, mencintai Al-Qur’an, serta mampu menerapkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
(Dok. KN+ Ahmat Pirianto)

