
SKANDAL DAPUR MBG! Nama Pemilik Diduga “Diganti”, Solidasari Kaget Data Berubah Tanpa Persetujuan.
Bandar Lampung – Dugaan praktik “mafia dapur” dalam pendirian Dapur MBG mulai terkuak. Lemahnya pengawasan dari pihak terkait diduga membuka celah manipulasi data hingga memicu polemik serius di lapangan.
Kasus mengejutkan ini dialami langsung oleh Solidasari, pemilik sah dapur MBG yang berlokasi di Jalan P. Belitung, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Sukabumi, Kota Bandar Lampung.
Alih-alih mendapatkan kepastian hukum atas usahanya, Solidasari justru dibuat terheran-heran setelah mengetahui bahwa data kepemilikan dapurnya tiba-tiba berubah nama menjadi atas nama Chistanto Eka Chandra.
“Saya sangat kaget, kenapa bisa dapur milik saya berubah nama, padahal semua persyaratan sudah jelas dan lengkap atas nama saya,” ungkap Solidasari saat dikonfirmasi awak media.
Diduga Ada “Permainan”,
Solidasari merasa dirugikan langsung mendatangi kantor YPPSDP Pusat Jakarta Sebagai Sebuah Yayasan di Bawah Naungan Langsung Kementrian Pertahanan Republik Indonesia dan Badan Gizi Nasional ( BGN ) di Jakarta pusat, Guna memastikan keapsahan titik dapur miliknya,
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, pihak YPPSDP dan BGN juga mengaku heran dan mempertanyakan bagaimana perubahan data dan titik dapur tersebut bisa terjadi.pindah ke jalan Tirtayasa tepatnya di prum Bukit Mas .
Pihak Pusat pun ikut terkejut..
Padahal, secara administrasi dan persyaratan, dapur yang berada di lokasi tersebut terverifikasi milik Solidasari.
Sindikat Berkeliaran, Pengusaha Dapur Resah.
Fenomena ini bukan kasus tunggal. Di lapangan, muncul dugaan kuat adanya sindikat atau mafia pendirian dapur MBG yang bermain dalam penentuan titik hingga penguasaan data.
Para pelaku usaha dapur mengaku resah, karena praktik semacam ini dapat merugikan pihak yang telah memenuhi prosedur resmi.
Jika tidak segera ditindak, kondisi ini berpotensi:
- Memicu konflik antar pelaku usaha.
- Merusak sistem pendataan resmi.
- Menurunkan kepercayaan terhadap program MBG.
Sorotan Tajam: Pengawasan Lemah Jadi Celah Penyimpangan.
Kasus ini menjadi tamparan keras bagi pihak terkait. Lemahnya sistem pengawasan dan verifikasi data dinilai menjadi pintu masuk terjadinya dugaan manipulasi.
Publik kini menuntut:
- Transparansi data kepemilikan dapur.
- Audit menyeluruh terhadap titik-titik dapur MBG.
- Penindakan tegas terhadap oknum yang terlibat.
Bersambung… (Part 2 Akan Mengungkap Dugaan Aktor di Balik Permainan Data).
Kasus ini dipastikan masih akan berkembang. Tim investigasi Kabar Negeri Plus akan terus menelusuri dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam praktik yang merugikan ini.
(Dok. KN+/Admin)

