
Halal Bihalal KOWAPPI Bandar Lampung, Bambang Irawan Tegas: Pelanggar Kode Etik Tidak Ada Tempat
Kabar Negeri Plus, Bandar Lampung – Momentum halal bihalal Komite Wartawan Pelacak Profesional Indonesia (KOWAPPI) Kota Bandar Lampung berubah menjadi panggung penegasan sikap tegas terhadap profesionalisme wartawan. Ketua DPD KOWAPPI, Bambang Irawan, secara terbuka menyatakan tidak ada toleransi bagi pelanggaran kode etik jurnalistik.
Kegiatan yang digelar di kantor DPD KOWAPPI, Jalan Tamin No.10B, Tanjung Karang Barat ini dihadiri Ketua DPW KOWAPPI Lampung Hasan S Nage, Dewan Penasehat Bastiar Arifin, jajaran pengurus, serta perwakilan Kodim 0410 Bandar Lampung.
Dalam sambutannya, Bambang Irawan menegaskan bahwa organisasi tidak boleh memberi ruang bagi praktik yang merusak integritas profesi wartawan.
“KOWAPPI berdiri atas dasar kemanusiaan. Transparansi publik adalah harga mati, dan tidak ada kompromi bagi yang melanggar kode etik jurnalistik,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena dinilai sebagai sinyal kuat penegasan disiplin internal di tengah sorotan terhadap praktik jurnalistik yang menyimpang.
Bambang juga menekankan bahwa menjaga marwah organisasi adalah tanggung jawab bersama seluruh anggota, bukan hanya pengurus.
Sementara itu, pimpinan Kabar Negeri Plus, Yuli Fransyah, menilai kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis memperkuat soliditas insan pers.
“Ini bukan hanya tradisi, tapi penguatan kebersamaan dan sinergi media di tengah tantangan jurnalistik saat ini,” ujarnya.
Ketua DPW KOWAPPI Lampung, Hasan S Nage, turut mengingatkan pentingnya menjalankan tugas jurnalistik sesuai Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 agar tidak keluar dari koridor hukum.
Di akhir acara, Bambang Irawan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jajaran sebagai bentuk refleksi kepemimpinan.
“Saya mohon maaf lahir dan batin atas segala kekhilafan selama memimpin,” ucapnya.
Kegiatan ditutup dengan suasana kebersamaan, namun pesan yang ditinggalkan jelas: KOWAPPI Bandar Lampung sedang mempertegas arah—menjadi organisasi wartawan yang lebih disiplin, bersih, dan profesional.
(Dok. KN+ Admin)

