
Ukhuwah Islamiyah: Kekuatan dalam Persaudaraan
Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn, naḥmaduhu wa nasta‘īnuhu wa nastaghfiruh, wa na‘ūdzu billāhi min syurūri anfusinā wa min sayyi’āti a‘mālinā, man yahdihillāhu falā muḍilla lah, wa man yuḍlil falā hādiya lah, asyhadu an lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, wa asyhadu anna Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh, allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā nabiyyinā Muḥammad wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn.
الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sahabat pembaca setia Kabar Negeri Plus (KN+). Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah.
Ramadan bukan hanya mengajarkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga memperkuat hubungan antar sesama manusia. Dalam Islam, persaudaraan bukan sekadar hubungan sosial, tetapi ikatan iman yang menyatukan hati.
Inilah yang disebut ukhuwah Islamiyah — persaudaraan karena iman.
Makna Ukhuwah dalam Islam
Ukhuwah Islamiyah adalah persaudaraan yang lahir dari keimanan kepada Allah. Ikatan ini tidak didasarkan pada suku, ras, status sosial, atau kepentingan dunia, tetapi karena sama-sama beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya.
Allah berfirman:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara.”
(QS. Al-Hujurat: 10)
Ayat ini menegaskan bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Karena itu, menjaga persaudaraan adalah bagian dari menjaga iman.

Kekuatan Besar dari Persaudaraan
Ketika ukhuwah terjaga, umat menjadi kuat. Sebaliknya, ketika persaudaraan rusak, perpecahan mudah terjadi.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya. Ia tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya dizalimi.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa ukhuwah bukan hanya perasaan, tetapi juga tanggung jawab.
Seorang muslim harus menjaga, membantu, dan melindungi saudaranya.
Ciri-Ciri Ukhuwah yang Sejati
Persaudaraan dalam Islam memiliki beberapa ciri utama.
Pertama, saling mencintai karena Allah.
Bukan karena keuntungan dunia, tetapi karena iman.
Kedua, saling menasihati dalam kebaikan.
Jika saudara kita salah, kita mengingatkan dengan cara yang baik.
Ketiga, saling membantu dalam kesulitan.
Ukhuwah terlihat ketika salah satu saudara sedang mengalami kesulitan.
Keempat, saling memaafkan.
Tidak ada persaudaraan tanpa ujian. Karena itu, memaafkan adalah kunci menjaga ukhuwah.
Bahaya Merusak Persaudaraan
Islam melarang hal-hal yang dapat merusak ukhuwah.
Di antaranya adalah:
-
- Hasad (iri hati)
-
- Ghibah (menggunjing)
-
- Fitnah
-
- Permusuhan dan dendam
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Janganlah kalian saling membenci, saling dengki, dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Persaudaraan akan rusak jika hati dipenuhi kebencian dan prasangka buruk.

Ramadan: Momentum Memperkuat Ukhuwah
Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki hubungan dengan sesama.
Banyak amalan di bulan Ramadan yang memperkuat persaudaraan, seperti:
1. Berbagi makanan berbuka
2. Bersedekah kepada yang membutuhkan
3. Memperbanyak silaturahmi
4. Saling mendoakan
Ramadan mengajarkan bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari ibadah pribadi, tetapi juga dari kebersamaan dalam kebaikan.
Refleksi Iman
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah.
Umat Islam akan kuat jika persaudaraan dijaga. Tetapi umat akan lemah jika hati dipenuhi permusuhan.
Karena itu, mari kita gunakan Ramadan ini untuk memperbaiki hubungan dengan sesama. Jika ada saudara yang pernah kita sakiti, mintalah maaf. Jika ada perselisihan, selesaikanlah dengan hati yang lapang.
Persaudaraan karena Allah adalah salah satu nikmat terbesar dalam hidup.
Penutup
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang mampu menjaga persaudaraan, memperkuat ukhuwah, dan hidup dalam kasih sayang karena iman.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Zea Safitri – Kabar Negeri Plus mengucapkan selamat menunaikan Ibadah Puasa 1447 H.

